

WINWIN WORKSHOP
Cuplikan percakapan seorang agen asuransi dengan calon nasabahnya (nama-nama hanya ilustrasi saja)
Agen asuransi : Selamat siang Pak, saya dari asuransi PT. XYZ ingin meminta waktu bapak untuk memperkenalkan program dari perusahaan kami
Nasabah : Wah saya sudah punya banyak asuransi
Agen asuransi : Program kami berbeda dari yang lain, kami hanya perlu waktu 10 menit untuk menjelaskanya.
Nasabah : Rasanya saya tidak perlu lagi, saya sudah punya polis, semua sudah lengkap.
Agen Asuransi : Kalau boleh tahu, polis apa saja yang sudah Bapak punya?
Nasabah : Itu semua istri saya yang mengurus, saya lupa lagi, tapi saya sudah punya asuransi dari asuransi Gozilla, asuransi Monster, asuransi Gatot Kaca dan satu asuransi lagi, saya lupa namanya.
(karena mendengar Bapak tersebut sudah tidak mau memperpanjang lagi pembicaraan, maka agen tersebut memberhentikan pembicaraannya dengan penutupan sebagai berikut )
Agen asuransi : baiklah kalau begitu, kapan-kapan saya akan menghubungi bapak lagi, bapak tentu tidak keberatan. Terima kasih Pak, sudah mau menerima telpon saya.
Percakapan tersebut sering sekali kita dengar. Nasabah yang tidak mau lagi mendengar tentang asuransi , atau sudah menutup diri untuk informasi asuransi.
Ketika terjadi suatu musibah, katakanlah Bapak tersebut terkena musibah yaitu terkena penyakit jantung. Mendengar dari seorang temannya bahwa perusahaan asuransi dapat memberikan uang santunan untuk nasabahnya, maka dia menghubungi agennya, tetapi betapa kecewanya beliau karena, polisnya tidak menggunakan proteksi penyakit kritis.
Agennya berkata bahwa, ketika ditawarkan untuk proteksi penyakit kritis bapak tersebut tidak mau, karena ingin hasil investasinya bagus untuk suatu produk unitlink. Ketika terjadi musibah berikutnya yaitu bapak tersebut meninggal dunia, keluarganya menerima sejumlah uang yang cukup besar, dan istrinya berterima kasih karena telah mendapatkan santunan untuk melanjutkan kehidupan keluarganya. Masalah berikutnya timbul karena sang istri bingung, uang santunan yang diterimanya hanya cukup untuk menghidupi keluarganya selama beberapa tahun.
Mengapa hal ini terjadi ?
- Tujuan asuransi yang kurang jelas
- Tidak mengetahui kebutuhan asuransi nasabah dengan tepat atau tidak mengetahui berapa uang pertanggungan yang diperlukan.
- Kemungkinan produk yang diberikan kurang tepat
- Tidak melakukan evaluasi polis
Dan masih banyak lagi. Dalam WINWIN workshop, pelatihan diadakan selama 2 hari. Dasar pelatihan berdasarkan ilmu “Financial Planner” yang sudah dipersiapkan khusus untuk agen asuransi. Peserta akan belajar mengetahui “nilai waktu uang” lalu menghitung kebutuhan nasabah, berdasarkan itu kita dapat menghitung berapa uang pertanggunan yang diperlukan dan kebutuhan financial lainnya.
Agar agen tidak kesulitan dalam menghitung rumus-rumus dalam matematika keuangan, kami telah mengemasnya dalam bentuk yang mudah dipelajari dan tersedia software untuk menghitung kebutuhan nasabah.
Investasi untuk pelatihan ini sangat terjangkau. Hubungi kami di
Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya