Suatu hari anaku yang besar, minta izin untuk pergi ke Bandung dan menginap bersama teman sekolahnya ketika itu anakku masih kelas 10 semester 2. Awalnya aku tidak mengizinkannya, tetapi dia terus merengek untuk diizinkan. Seperti biasa seorang ibu akhirnya mengalah, tetapi dengan syarat aku harus mengenal orang tua teman Firza (nama anakku). Pada hari keberangkatannya, aku mengantar Firza kerumah temannya, dan dikenalkan dengan mama temannya itu. Itulah awal aku berkenalan dengan Nina, mamanya Umar. Itu terjadi kira-kira 5 tahun lalu.
Setelah berkenalan dengan Nina, aku jadi sering ketemuan dan "ngopi". Diawal tahun 2008 ini, akhirnya kami sepakat membuat sesuatu yang berguna untuk lingkungan, masyarakat dan tentunya keluarga kami.
Aku bersyukur karena diberi kesempatan untuk menimba ilmu yang sangat kuinginkan yaitu ilmu tentang perencanaan keuangan. Dengan susah payah akhirnya pada bulan November 2008 aku berhasil mendapatkan sertifikasi untuk perencana keuangan. Resmilah aku menyandang gelar Certified Financial Planner. Nina terus bersemangat untuk segera menyelesaikan studinya di bidang manajemen Hospitality, Pasca Sarjana Universitas Trisakti".
Aku punya misi dalam 5 tahun kedepan image agen asuransi akan jauh lebih baik dari sekarang. Apa yang bisa kami lakukan untuk dapat mencapai misi adalah dengan melakukan workshop untuk agen asuransi. Workshop ini memberikan tambahan ilmu perencanaan keuangan untuk nasabah-nasabah. Sehingga agen asuransi mempunyai kemampuan untuk memberikan rekomendasi yang tepat bagi nasabah-nasabahnya.
Mengapa pilihannya adalah "perencanaan keuangan keluarga?". Alasannya adalah begitu seringnya kita melihat dan mendengar "curhat" tentang kesulitan dalam keuangan keluarga. Tentang membengkaknya biaya pendidikan, tidak terduganya biaya menikahkan anak, biaya hidup yang selalu meningkat, dan terkejut ketika masa pensiun tiba. Sangat mengherankan karena ini terjadi bukan pada keluarga yang sederhana, tetapi keluarga golongan menengah atas, tidak jarang terjadi kepada keluarga dekat kita.
Seringkali aku mendapat komentar dari beberapa teman ketika mengatakan yang sedang perdalam ilmunya adalah perencanaan keuangan kelurga. Ada yang mengatakan "itu sih enggak usah dipelajari , bini gue tiap hari melakukan itu" atau "gue sih udah melakukannya dari dulu". Sangat disesalkan karena sebagian teman-teman sudah menutup diri untuk menerima informasi. Padahal perencanaan keuangan tidak hanya sekedar yang seperti dilakukan sehari-hari.
Di web ini mari kita berdiskusi tentang apa saja yang kita bisa diskusikan, khususnya tentang keuangan keluarga. Selain kami berdua, ada dua teman kami yang ahli dalam bidang keuangan dan bidang investasi yang akan turut membatu kita semua.