Click on the slide!

Financial Software

Buku dan Software

Mau pesan Software & Buku ? Dengan Rp. 250.000,- anda mendapat perhitungan perencanaan keuangan & perencanaan asuransi, sehingga prospek anda berubah, dari menebak kebutuhan nasabah, menjadi benar-benar mengetahui kebutuhan nasabah.

Lanjut...
Click on the slide!

Perlukah Financial Planner

Perencanaan Keuangan >> Perencanaan Keuangan

financial planner

Perlukah Financial Planner atau perencana keuangan membantu perencanaan keuangan di keluarga anda? Sebelum menjawabnya, yuk kita lihat dulu apa sih financial planner itu?

Lanjut...
Click on the slide!

Menyiasati "ngopi" bisa punya uang 1,1 M

Artikel >> Artikel

Menyiasati ngopi bisa dapat 1 M

Ada beberapa hal yang tidak bisa dihindari untuk pergi ke kafe. Kerjaanku yang membuat harus bertemu klien atau teman di kafe disaat pulang kantor. 

Lanjut...
Click on the slide!

Kenapa sih Financial Planner bilang asuransi itu perlu?

Perencanaan Keuangan >> Asuransi

Perencana Keuangan bilang Asuransi itu perlu

Sebenarnya apa sih asuransi itu? Kenapa kok Perencana Keuangan (financial planner) selalu menyarankan punya asuransi, katanya kalau enggak punya asuransi, perencanaan keuangannya bisa tidak sukses terlaksana.

Lanjut...
Frontpage Slideshow (version 2.0.0) - Copyright © 2006-2008 by JoomlaWorks
SILAHKAN LOGIN
Home Perencanaan Keuangan Pendidikan
BIAYA PENDIDIKAN
Ditulis oleh Rina Dewi Lina   
Minggu, 03 Mei 2009 13:13

Beberapa waktu yang lalu saya sempat "ngobrol" dengan seorang teman yang akan mendaftarkan anaknya untuk masuk Sekolah Menengah Pertama di sekolah swasta. Dia "ngedumel" bahwa uang yang disiapkannya untuk membayar uang pangkal sekolah tersebut kurang 6 juta. Padahal dia sudah menyiapkan dengan cara mengikuti tabungan pendidikan dan membayar cicilan setiap bulannya sebesar 500 ribu rupiah, pada waktunya teman saya menerima 12 juta, sementara uang pangkal yang harus dibayar sebesar 18 juta.

Hal ini bukan hanya terjadi kepada satu orang saja. Banyak orang tua yang mempersiapkan dana pendidikan anaknya melalui tabungan pendidikan, asuransi pendidikan maupun melalukannya dengan cara sendiri. Semua itu tidak ada yang salah, tetapi yang tidak diketahui adalah biaya pendidikan dimasa yang akan datang. Misalnya : biaya masuk SMP swasta saat ini sebesar 18 juta rupiah. Bagi orang tua yang mempunyai anak berusia 2 tahun saat ini, tidak mengetahui berapa perkiraan biaya 10 tahun yang akan datang (masuk SMP usia 12 tahun). Dengan menggunakan matematika keuangan, bila inflasi kita anggap 15% maka uang pangkal masuk SMP 10 tahun lagi adalah 73 juta rupiah. Wah kok banyak sekali? Sepertinya kita menjadi tidak percaya, tetapi itulah kenyataan. Mari kita melihat kenyataan : tahun 1978 ongkos naik kendaraan umum (Metro Mini) 150 rupiah, tahun 2009 ongkos naik kendaraan umum 2.500 rupiah. Pada tahun 1989 harga bensin jenis premium 300 rupiah perliter (http://www.apakabar.ws/content/view/1907/88888889/), tahun 2009 harga bensin premium 4.500 rupiah perliter. Setiap tahun, sedikit-sedikit tapi pasti seluruh biaya hidup naik dikarenakan inflasi, dan tentunya biaya sekolah menjadi naik.

Sekarang bagaimana caranya mengatasi biaya sekolah, bila anda tidak ingin mempergunakan jasa Certified Financial Planner (perencana keuangan yang sudah mendapat sertifikasi), anda dapat menghitungnya sendiri dengan menggunakan matematika keuangan. Misalnya untuk 10 tahun kedepan dengan inflasi 15%, cara menghitung dari 18 juta akan menjadi berapa? caranya dikalikan 1.15 hasilnya dikalikan lagi sampai 10 kali (10 tahun), lakukan terus sampai anda mendapatkan perkiriaan biaya pendidikan sampai perguruan tinggi. Tetapi bila anda memerlukan jasa seorang Financial Planner maka anda dapat menyisihkan setiap bulan sebesar 262.000 setiap bulan untuk mendapatkan 73 juta untuk uang pangkal sekolah anak anda. Ini baru dihitung untuk biaya SMP, untuk lengkapnya sampai keperguruan tinggi diperlukan biaya yang lebih besar. Loh kok sedikit yang harus disisikan? tentu saja sangat berpengaruh pada jenis investasi yang kita gunanakan. Bila anda sangat konservatif dan berinvestasi di tabungan dengan bunga sekitar 2% perbulan maka yang harus disisihkan sebesar 560 ribu rupiah. Bandingkan dengan angka sebelumnya.

Bila anda memerlukan jasa kami , silahkan menghubungi kami di Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya atau Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya .

 

Terakhir diperbaharui pada Senin, 04 Mei 2009 23:36
 
DANA PENDIDIKAN ITU MAHAL
Ditulis oleh Rina Dewi Lina   
Minggu, 01 Maret 2009 21:57

Perencana KeuanganSetiap orang tua selalu mempersiapkan dana untuk pendidikan anaknya. Seringkali karena banyaknya kebutuhan setiap bulannya, sehingga ketika waktunya ananda tercinta akan masuk sekolah, terkaget-kaget karena ternyata biaya yang disiapkan untuk sekolah tidak cukup. Tiga tahun yang lalu biaya sekolah anak tertua untuk masuk Sekolah Dasar sebesar Rp. 10.000.000,- disatu sekolah swasta. Sekarang kok menjadi Rp. 17.000.000,- , Yang disiapkan sebesar Rp. 12.000.000,- berarti masih kurang Rp. 5.000.000,-. Mengapa seperti itu? Jawabannya adalah karena ketika menyiapkan biaya pendidikan anak , tidak memperhitungkan inflasi.

Apa itu inflasi? Begitu seringnya kita mendengar kata-kata itu. Supaya mudah dimengerti, inflasi adalah kenaikan harga setiap tahun. Inflasi juga berpengaruh kepada biaya pendidikan. Bila biaya masuk Sekolah Dasar saat ini Rp. 10.000.000,- maka dengan inflasi 10% maka kira-kira 6 tahun lagi akan menjadi Rp. 17.150.000,-.

Bagaimana dengan biaya masuk universitas? Bila saat ini biaya masuk salah satu universitas swasta sebesar Rp.35.000.000,- maka 18 tahun lagi dengan inflasi sebesar 10% maka akan menjadi Rp. 195.000.000,- (dibulatkan). Itu baru uang masuk saja, belum termasuk biaya semesteran dan bukunya. Bila kita mempersiapkannya dari sekarang, maka cicilan investasi setiap bulannya diperlukan Rp. 731.000,- (dibulatkan) dengan hasil investasi sebesar 25%

Terakhir diperbaharui pada Sabtu, 14 Maret 2009 22:47
Selanjutnya...