Click on the slide!

Financial Software

Buku dan Software

Mau pesan Software & Buku ? Dengan Rp. 250.000,- anda mendapat perhitungan perencanaan keuangan & perencanaan asuransi, sehingga prospek anda berubah, dari menebak kebutuhan nasabah, menjadi benar-benar mengetahui kebutuhan nasabah.

Lanjut...
Click on the slide!

Menyiasati "ngopi" bisa punya uang 1,1 M

Artikel >> Artikel

Menyiasati ngopi bisa dapat 1 M

Ada beberapa hal yang tidak bisa dihindari untuk pergi ke kafe. Kerjaanku yang membuat harus bertemu klien atau teman di kafe disaat pulang kantor. 

Lanjut...
Click on the slide!

Kenapa sih Financial Planner bilang asuransi itu perlu?

Perencanaan Keuangan >> Asuransi

Perencana Keuangan bilang Asuransi itu perlu

Sebenarnya apa sih asuransi itu? Kenapa kok Perencana Keuangan (financial planner) selalu menyarankan punya asuransi, katanya kalau enggak punya asuransi, perencanaan keuangannya bisa tidak sukses terlaksana.

Lanjut...
Click on the slide!

Perlukah Financial Planner

Perencanaan Keuangan >> Perencanaan Keuangan

financial planner

Perlukah Financial Planner atau perencana keuangan membantu perencanaan keuangan di keluarga anda? Sebelum menjawabnya, yuk kita lihat dulu apa sih financial planner itu?

Lanjut...
Frontpage Slideshow (version 2.0.0) - Copyright © 2006-2008 by JoomlaWorks
SILAHKAN LOGIN
Home Perencanaan Keuangan
Manfaatkan THR untuk Investasi
Ditulis oleh Rina Dewi Lina   
Minggu, 18 September 2011 10:54

Manfaatkan THR untuk Investasi

http://www.portalreksadana.com/node/550

Sun, 08/21/2011 - 19:56
rdlshell's picture

salam kenal, nama saya dewo..
saya baru mendalami tentang reksadana. kebetulan saya punya dana lebih (hasil THR, hehehee!) butuh masukan dari rekans mengenai waktu yang tepat untuk saya bisa membeli reksadana (bulan ini cocok kah?) dan jenis reksadana yang tepat untuk saat2 ini.

untuk informasi:
1. Saya keluarga muda, anak 1 umur 2 thn
2. Bekerja di BUMN dengan jaminan kesehatan seluruh keluarga dan pensiunan
3. Sudah ikut unitlink (AXA mandiri) dengan type dinamic dan prograssive
4. Tambahan asuransi kesehatan untuk anak di CIGNA

Mohon masukan dari rekans untuk mengambil keputusan mengenai jenis reksadana yang pas serta kapan bisa dilaksanakan (dlm waktu dekat) trims untuk masukannya.



Saya akan focus ke pertanyaannya yaitu untuk mengambil keputusan membeli reksadana dalam waktu dekat dari sisa THR.

Bro Dewo luar biasa, disaat orang lain menghabiskan uang THR nya, Bro Dewo malah berpikir berinvestasi dari THR nya, Kalau ini bisa dipertahankan terus menerus keliatannya masa pensiun akan sejahtera.

Sebagai newbie di reksadana ada baiknya saya memberikan beberapa saran dalam mempertimbangkan pengambilan keputusan berinvestasi di reksadana :
1. Silahkan baca panduan dari P4U, dan panduan dari Taufik Gumulya.

2. Sesudah lulus membaca kedua panduan itu, yang paling mudah memilihnya adalah dari 10 besar, itu panduan termudah walaupun bisa berubah-rubah

3. Tentukan tujuan keuangan dalam membeli reksadana, untuk belajarkah?, supaya lebih taukah?, atau tujuan yang lebih spesifik yaitu untuk mempersiapkan pendidikan anak, menambah uang pensiun (karena uang pensiun yang diberikan oleh perusahaan pada saat pensiun umumnya tidak memenuhi kebutuhan biaya hidup). Manfaatkan fitur My Plan untuk membantu perencanaan keuangan.

4. Dalam menentukan tujuan keuangan, disini akan diketahui time horizon dari tujuan tersebut, atau jangka waktu berinvestasi.

5. Lalu isi risk profile, atau profile resiko sebagai panduan bro dalam memilih fund di reksadana. Kalau scorenya masuk dalam agresif, silahkan memilih RDS dan seterusnya. Form Profil Resiko ada dalam artikel Alokasi Aset dalam Pelaksanaannya, atau langsung klik disini untuk download.

Waktu yang terbaik dalam membeli RD yang mengandung saham adalah ketika harga unit murah, tetapi bila bro mengambil pendapatan tetap atau money market, menurut saya kapan saja bisa segera dilakukan karena tidak terlalu banyak berperngaruh dengan kondisi bursa global maupun regional.

Selamat mencoba, kalau masih kurang jelas atau kurang puas silahkan bertanya lagi, suhu-suhu di portal ini pasti membantu, sekarang mereka sedang semedi dulu untuk mendapat kan ilham dari market yang sedang tidak menentu. Peace ah.

 
EMERGENCY FUND
Ditulis oleh Rina Dewi Lina   
Senin, 11 Juli 2011 21:10

MEDAN BISNIS 6 JUNI 2011

Tetangga sebelah mengeluh, karena uang yang ditabung dengan  susah payah untuk anaknya sekolah akhirnya bobol juga, digunakan  untuk keperluan orang tuanya yang tiba-tiba harus dirawat di Rumah Sakit. Bukan hanya tabungannya saja tetapi investasinya di Reksadana terpaksa ditariknya sebagian. Adik yang biasanya turut menanggung biaya pengobatan orang tuanya sedang terkena PHK, sedangkan kakaknya yang biasanya turut serta dalam menanggung biaya, saat ini istrinya baru saja keluar dari rumah sakit karena deman berdarah. Walaupun pengobatannya ditanggung oleh perusahaannya, tetapi sang kakak harus nombok biaya rumah sakit, karena kelas yang menjadi jatahnya penuh, dan terpaksa istrinya dirawat dikelas rumah sakit yang lebih tinggi. Dia mengeluh bukan karena harus membantu orang tuanya, tetapi mengeluhkan bagaimana caranya dan bagaimana menyiasati supaya tabungan buat anaknya sekolah tidak terganggu. Padahal dia selalu mencatat penerimaan dan pengeluaran dengan disiplin (cara membuat arus kas ada pada tulisan minggu lalu “Cara bikin dompet jadi tebal”).

 

Mungkin Anda sering mendengar Financial Planner atau Perencana Keuangan, menyebut-nyebut Dana Darurat atau Emergency Fund. Dana darurat adalah dana yang disiapkan untuk keperluan-keperluan darurat dan tidak boleh digunakan untuk apapun selain untuk keadaan darurat. Nah masalahnya bagi ibu rumah tangga, yang disebut dana darurat itu seperti apa? Membeli barang yang ditawarkan oleh guru sekolah anaknya yang datang kerumah? Membeli panci yang sudah bocor? Kedatangan tamu yang menginap berhari-hari dirumah dalam jumlah banyak? Membeli panci presto yang dengan cicilan yang sangat ringan dan sangat membantu dalam proses memasak? Atau membeli seragam anak yang sudah belel sebelum waktunya? Atau membetulkan rumah yang bocor? Ini kondisi penting tetapi tidak urgen, artinya kalau tidak dilakukan segera keluarga masih bisa berjalan dengan normal.

 

Hal-hal seperti ini bukanlah hal-hal yang darurat. Menyiasati panci yang bocor adalah dengan menggunakan panci lainnya, biasanya panci didapur bukan hanya satu. Budaya “tidak enak” adalah budaya yang merugikan bagi diri kita, tolaklah dengan halus penawaran dari guru sekolah. Anda bisa mengatakannya bahwa semua barang yang akan dibeli sudah dijadwalkan setiap bulannya, sehingga tidak bisa membeli diluar jadwal tersebut karena akan mengacaukan arus kas Anda. Menjadwalkan membeli sesuatu yang sudah pasti seperti seragam anak sekolah sangat penting.

Dana darurat adalah dana yang urgen dimiliki oleh sebuah keluarga, sama urgennya dengan asuransi yang harus dimiliki. Seberapa penting menyiapkan dana tersebut? Saya akan memasukannya kedalam kepentingan, urgent, sangat penting. Sehingga hal ini tidak dapat ditunda lagi untuk memilikinya. Dana darurat hanya digunakan untuk keadaan darurat, seperti terkena PHK, harus membayar biaya perawatan rumah sakit, bagi keluarg atau membantu orang tua yang harus dirawat di rumah sakit. Singkat kata dana darurat digunakan untuk dalam keadaan darurat atau keadaan terkena musibah yang tidak dapat ditolaknya.

 

Kondisi Negara kita yang tidak menentu dan banyaknya pengangguran, menyebabkan dana darurat yang harus disiapkan menjadi cukup besar, antara 6 – 12 bulan pengeluaran bulanan. Sebagai contoh, misalnya pengeluaran bulanan Anda 5 juta, maka minimal dana darurat yang harus disiapkan adalah 5 juta x 6 bulan = 30 juta rupiah. Mengapa begitu banyak? Bila Anda terkena PHK, Anda dan keluarga dapat hidup normal selama 6 sd 12 bulan sambil mencari pekerjaan baru dengan harapan dalam 6 bulan Anda sudah mendapatkan pekerjaan baru.  Biasanya bila seseorang sedang terkena musibah, sering kali terjadi berturut turut, misalnya baru saja terkena PHK, sang ayah atau ibu harus dirawat di Rumah Sakit karena Demam Berdarah. Asuransi dari perusahaan sudah tidak bisa digunakan lagi, maka yang akan digunakan adalah dana darurat.

 

Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Menggunakan kelas yang murah di rumah sakit bukanlah hal yang hina, dengan kondisi seperti ini gunakanlah kelas rumah sakit yang murah, supaya biaya tidak membengkak.

Bagaimana menyiapkannya? Anda harus menabung sedikit demi sedikit untuk memenuhi kebutuhan dana darurat tersebut sampai kebutuhannya tercukupi. Bukalah rekening khusus untuk keperluan dana darurat. Setelah terpenuhi disiplin dalam penggunaannya. Anda bisa menggunakan instrumen investasi jenis tabungan atau reksadana pasar uang. Lalu untuk keperluan penting tetapi tidak urgen, anda bisa menyiapkan dana cadangan. Misalnya saja ada bonus tambahan yang akan diterima, gunakan sebagian atau seluruhnya untuk ditabung untuk dana cadangan dan menambah investasi lainnya seperti dana pendidikan atau dana pensiun. Dana cadangan ini bisa digunakan untuk keperluan seperti ada keluarga yang menginap dirumah berhari-hari sekeluarga, atau memperbaiki bocoran dirumah. Untuk mengecat rumah, sebaiknya dijadwalkan dan disiapkan dananya. Misalnya mengecat rumah setiap 3 tahun sekali, dan persiapkan dana yang dibutuhkan sehingga tidak mengganggu arus kas Anda.

 

Melakukan perencanaan keuangan memerlukan pengetahuan lebih banyak. Mengikuti seminar dan kelas tambahan sangatlah penting. Perencana keuangan (Financial Planner) mengejar ilmu sampai kenegeri orang. Beberapa tahun terakhir ini di Indonesia, khususnya di Jakarta telah lahir pendidikan perencanaan keuangan, dan saat ini pendidikan tersebut telah hadir di kota Anda. RDL consulting penyelenggara kelas Registered Financial Planner, Workshop Perencanaan Keuangan

 

TEMANS SEMOGA BERMANFAAT

 

 
Financial Planner
Ditulis oleh Rina Dewi Lina MM, CFP®   
Rabu, 28 Januari 2009 17:56

APA BEDA PERENCANAAN KEUANGAN YANG DILAKUKAN OLEH KITA SETIAP HARI

DENGAN YANG DILAKUKAN "FINANCIAL PLANNER"

 

Minggu lalu saya bertemu teman lama dan dia bertanya aktifitas apa yang saya lakukan sekarang? Saya  ja wab bahwa aktifitas saya di Allianz....secara spontan dia berkata "wah asuransi saya udah banyak, lalu dia menyebutkan beberapa asuransi yang dia punya" (duh kayaknya takut bener ditawari asuransi). Untuk menyambung pembicaraan saya bilang saya juga baru mendapat sertifikasi sebagai “Perencana Keuangan”. Dia tertawa, dan mengatakan bahwa istrinya setiap hari melakukan perencanaan keuangan. Pendapat teman saya itu benar. Setiap keluarga sudah melakukan perencanaan keuangan.
Apa sih beda yang dilakukan oleh "Perencana Keuangan (Financial Planner)" dengan perencanaan keuangan yang kita lakukan sehari-hari? perbedaan yang paling menonjol adalah
  1. Kita tidak menentukan tujuan dalam merencanakan keuangan.
  2. Yang kita lakukan sehari-hari tidak memperhitungkan inflasi untuk perencanaan keuangan masa yang akan datang.
  3. Karena tidak memperhitungkan inflasi, maka kita tidak tahu kebutuhan keuangan dimasa yang akan datang.
Misalnya saja anak saya berusia 2 tahun, tentunya semua orang tua ingin menyekolahkan anaknya sampai Universitas. Sekarang masuk Universitas swasta X uang masuknya sebesar Rp. 35 juta, 16 tahun kemudian dikarenakan inflasi maka uang masuk Universitas X diperkirakan sebesar Rp. 161 juta dengan memperhitungkan inflasi rata-rata 10%. Itu baru uang masuk saja, belum termasuk uang semesteran dan buku. Waduh.... bener gk sih angka ini?... coba kita ingat-ingat... dulu ketika saya kuliah tahun 1982, uang masuk kuliah saya di universitas swasta sebesar Rp. 1,5 juta. .... wow fantastis.... sepertinya tidak mungkin, tetapi terjadi..
  1. Dalam perencanaan keuangan, instrumen investasi merupakan hal yang sangat penting, apakah kita akan menggunakan produk-produk di bank, obligasi, reksadana atau yang lainnya. Mengapa ini penting? karena akan berhubungan dengan jumlah uang yang harus disisihkan setiap bulannya.
  2. Tidak mengarsipkan tujuan keuangan kita dan rencananya.
Bagaimana menurut anda? apakah anda sudah melakukannya?

 

Terakhir diperbaharui pada Selasa, 25 Mei 2010 20:36
 
Perlukah Financial Planner
Ditulis oleh Rina Dewi Lina MM, CFP®   
Kamis, 19 Februari 2009 00:47

Perlukah Financial Planner atau perencana keuangan membantu perencanaan keuangan di keluarga anda? Sebelum menjawabnya, yuk kita lihat dulu apa sih financial planner itu?

Didalam kehidupan sehari-hari selalu ada yang mengatur keuangan, bila masih bujangan maka dirinya akan mengatur keuangannya sendiri, bila sudah berkeluarga maka istri mengatur keuangan keluarga bersama suaminya. Ada beberapa pertanyaan dibawah ini, dijawab dengan ya atau tidak.

  1. Pernahkah anda mengalami kesulitan keuangan dalam menjalani kehidupan anda?
  2. Tahukah anda berapa biaya yang diperlukan untuk biaya pendidikan anak-anak anda?
  3. Tahukah anda berapa dana yang diperlukan untuk pensiun agar tidak menyulitakan keluarga?
  4. Apakah dalam mempersiapkan biaya yang akan datang sudah memperhitungkan inflasi?

Bila jawaban anda lebih banyak “tidak” maka anda memerlukan bantuan seorang financial planner. Mari kita mengenal apakah atau siapakah “perencana keuangan” itu?

Perencana keuangan (PK) bertugas membatu kliennya dalam mencapai tujuan keuangan. Seseorang yang ingin merencakan biaya pendidikan anak-anaknya dengan dibantu oleh PK, maka PK akan membantu untuk membukakan pikiran dalam menentukan sekolah yang dituju. Setelah mengetahui tujuan sekolah maka akan dihitungkan berapa perkiraan biaya yang akan datang dengan memperhitungkan inflasi, dan membantu kliennya dalam menggunakan sarana instrument investasi.

Terakhir diperbaharui pada Sabtu, 07 Maret 2009 22:45
Selanjutnya...