Click on the slide!

Financial Software

Buku dan Software

Mau pesan Software & Buku ? Dengan Rp. 250.000,- anda mendapat perhitungan perencanaan keuangan & perencanaan asuransi, sehingga prospek anda berubah, dari menebak kebutuhan nasabah, menjadi benar-benar mengetahui kebutuhan nasabah.

Lanjut...
Click on the slide!

Perlukah Financial Planner

Perencanaan Keuangan >> Perencanaan Keuangan

financial planner

Perlukah Financial Planner atau perencana keuangan membantu perencanaan keuangan di keluarga anda? Sebelum menjawabnya, yuk kita lihat dulu apa sih financial planner itu?

Lanjut...
Click on the slide!

Menyiasati "ngopi" bisa punya uang 1,1 M

Artikel >> Artikel

Menyiasati ngopi bisa dapat 1 M

Ada beberapa hal yang tidak bisa dihindari untuk pergi ke kafe. Kerjaanku yang membuat harus bertemu klien atau teman di kafe disaat pulang kantor. 

Lanjut...
Click on the slide!

Kenapa sih Financial Planner bilang asuransi itu perlu?

Perencanaan Keuangan >> Asuransi

Perencana Keuangan bilang Asuransi itu perlu

Sebenarnya apa sih asuransi itu? Kenapa kok Perencana Keuangan (financial planner) selalu menyarankan punya asuransi, katanya kalau enggak punya asuransi, perencanaan keuangannya bisa tidak sukses terlaksana.

Lanjut...
Frontpage Slideshow (version 2.0.0) - Copyright © 2006-2008 by JoomlaWorks
SILAHKAN LOGIN
Home Perencanaan Keuangan Perencanaan Keuangan Dasar
LINDUNGI TABUNGAN ANDA DIMASA KRISIS
Ditulis oleh Rina Dewi Lina MM, CFP®   
Sabtu, 07 Maret 2009 18:08

Global warming, yang paling mudah mengartikannya adalah “bumi semakin panas”. Setelah global warming maka terjadilah “krisis global”, tidak ada hubungannya tetapi yang sama adalah kata “global”. Persamaannya adalah global warming membuat seluruh dunia menjadi lebih panas dan krisis global berimbas terhadap keuangan Indonesia.

Perbedaannya global warming tidak membuat “kantong” menipis, dan krisis global bisa membuat “kantong” kita menipis. Pada saat seperti ini yang paling ditakuti adalah PHK terjadi kepada keluarga kita, tidak mendapat tambahan income, keluarga sakit sehingga tabungan bisa terkuras, dan yang paling ditakuti adalah terjadi musibah bila si pencari nafkah dipanggil oleh yang maha kuasa.

Ada beberapa cara untuk menjaga agar kita tetap merasa nyaman. Kenyamanan itu tentunya ada harganya. Sebelumnya saya ingin bercerita sedikit. Minggu lalu, Mamah saya harus dirawat di Rumah Sakit, karena penuh maka beliau mendapat kelas 2. Tidak masalah tentunya karena tujuan dirawat adalah untuk berobat. Penyakitknya tidak terlalu berat, karena batuk yang terus menerus dan tidak bisa diobati dengan rawat jalan, maka obatnya harus dimasukan melalui infus. Masuk RS hari Selasa dan keluar hari Sabtu, di kelas 2 dengan harga kamar Rp. 200.000,-. Ketika akan dirawat, orang tua saya harus memberikan deposit sebesar Rp. 2.000.000,-, dan setiap akan diberikan obat, perawat selalu bertanya, keberatan atau tidak untuk diberikan obat tersebut karena obat tersebut mahal harganya. Ketika menyelesaikan administrasi, total seluruh biaya sebesar Rp. 8.500.000,-. Luar biasa itu hanya sakit biasa, bukan sakit yang berat. Mamah saya bercerita, teman sekamarnya sempat berganti 2 kali, dan susternya tidak pernah bertanya untuk pemakaian obat, karena keduanya menggunakan asuransi.

Disini saya ingin menyampaikan pesan, bahwa asuransi kesehatan itu perlu sekali. Dijaman yang seperti ini sakit diare, deman berdarah, panas tinggi selalu disarankan untuk dirawat di Rumah Sakit. Tentunya memerlukan biaya berjuta juta.

Asuransi diperlukan untuk mentransfer resiko secara financial, agar tidak terjadi kerugian yang terlalu besar terhadap orang yang mengalami musibah. Saya mengerti, banyak orang tidak mau berasuransi karena menganggap asuransi itu mahal dan uangnya tidak kembali bila tidak ada klaim.

Terakhir diperbaharui pada Sabtu, 07 Maret 2009 21:22
Selanjutnya...