Click on the slide!

Perlukah Financial Planner

Perencanaan Keuangan >> Perencanaan Keuangan

financial planner

Perlukah Financial Planner atau perencana keuangan membantu perencanaan keuangan di keluarga anda? Sebelum menjawabnya, yuk kita lihat dulu apa sih financial planner itu?

Lanjut...
Click on the slide!

Financial Software

Buku dan Software

Mau pesan Software & Buku ? Dengan Rp. 250.000,- anda mendapat perhitungan perencanaan keuangan & perencanaan asuransi, sehingga prospek anda berubah, dari menebak kebutuhan nasabah, menjadi benar-benar mengetahui kebutuhan nasabah.

Lanjut...
Click on the slide!

Kenapa sih Financial Planner bilang asuransi itu perlu?

Perencanaan Keuangan >> Asuransi

Perencana Keuangan bilang Asuransi itu perlu

Sebenarnya apa sih asuransi itu? Kenapa kok Perencana Keuangan (financial planner) selalu menyarankan punya asuransi, katanya kalau enggak punya asuransi, perencanaan keuangannya bisa tidak sukses terlaksana.

Lanjut...
Click on the slide!

Menyiasati "ngopi" bisa punya uang 1,1 M

Artikel >> Artikel

Menyiasati ngopi bisa dapat 1 M

Ada beberapa hal yang tidak bisa dihindari untuk pergi ke kafe. Kerjaanku yang membuat harus bertemu klien atau teman di kafe disaat pulang kantor. 

Lanjut...
Frontpage Slideshow (version 2.0.0) - Copyright © 2006-2008 by JoomlaWorks
SILAHKAN LOGIN
Home Perencanaan Keuangan Investasi
KAPAN SEBAIKNYA PROFIT TAKING
Ditulis oleh Rina Dewi Lina   
Minggu, 18 September 2011 11:01

Kapan Sebaiknya Profit Taking?

Sun, 08/14/2011 - 23:22
rdlshell's picture


Dear admins,

Mohon maaf kalau terdengar membingungkan, saya mau tanya demikian, saya dari  kemarin berpikir untuk redeem keuntungan saya...Namun saya selalu terbentur pemikiran seperti demikian:

- Kita asumsikan saya masuk RDS dengan dana Idle, dan dana ini memang tidak  ada rencana untuk dipakai (pure invest)
- Semisal saya beli RDS dengan NAV 100, saya beli IDR 1 juta --> 10ribu unit
- Pada saat ini NAV sudah menjadi 120 --> IDR 1,2 juta
- Lalu saya beranalisa bahwa NAV akan turun sampai -/+ 110, namun akan bounce lagi menjadi lebih dari 120 bahkan mungkin 200

PERTANYAANNYA, agar saya dapat maksimal me"rasa"kan profit saya:
- Apakah sebaiknya saya redeem keuntungan saya? Kalau "iya" mengapa? kalau "tidak" mengapa?
- Kalau "tidak", pada situasi sperti apa sebaiknya saya mulai me-redeem hasil investasi saya?

Atas bantuannya saya ucapkan terima kasih.



Saya tidak ingin menjawab iya atau tidak tetapi saya akan bercerita sedikit supaya bro atau sis dapat mengambil keputusan.

Pertama tama ketika membeli reksadana harus ada tujuan (goal) keuangan, yaitu tujuan untuk apa dalam berapa lama berinvestasi di RD. Memang ada beberapa strategi yang digunakan dalam berinvestasi RD. Bisa didiamkan saja sampai waktu investasinya selesai, ada juga yang swing trader seperti Bro Passion U. Dalam kondisi ekonomi krisis tentunya jauh lebih baik bila dana yang sudah terbentuk di RDS diparkir dahulu di RDS money market, setelah kondisi membaik baru kembali ke RDS. Masalahnya kalau kita tidak pernah tau kapan naik dan kapan turun walaupun sudah bisa diprediksi. Banyak sekali factor yang memperngaruhi naik turunnya investasi dengan komponen saham.

Kalau Bro ingin merasakan profitnya, bisa saja dengan menggunakan strategi profit taking, setiap kali sudah mempunyai keuntungan yang sudah ditentukan, keuntungannya ditarik dahulu, dana yang akan diinvestasikan adalah dana dari modal awal.

Setiap orang mempunyai tingkat kenyamanan tersendiri dalam berinvestasi RDS. Yang perlu di ketahui adalah profil dari bro & sis adalah profil yang suka swing swing, yaitu redemp parkir, subscript kembali, atau yang cuek aja atau suka yang profit taking.

Saya mau cerita tentang pengalaman saya dalam kondisi minggu lalu yaitu ketika Obama mengumumkan tentang hutang Amerika yang belum bisa ditentukan plafondnya. Tidak perlu menunggu 2 atau 3 hari setelah pengumuman itu, bursa Amerika jatuh dan minus kurang lebih 5% dan tentunya diikuti oleh bursa seluruh dunia termasuk Indonesia. Saat ini saya panik, karena saya berinvestasi di RDS untuk anak saya sekolah yang akan digunakan tahun depan, sehingga uang yang di investasikan sudah terbentuk dalam jumlah XXX. Hari pertama turun saya langsung redemp semua RDS , ada yang saya redemp dan ada yang saya switch ke RDPT. Dalam 3-4 hari saya merasa beruntung karena RDS yang saya ambil 1 hari minusnya rata2 4%. (Oh ya… saya mencatat semua pembelian RDS saya sehingga saya bisa mengikuti kenaikan/penurunannya. Jadi ketika saya redemp catatan yang lama tidak saya buang, tetapi tetap ada dan saya lakukan perbandingan dengan RD yang baru saja saya pindahkan).

Kemudian kondisi membaik, bursa Amrik dan Eropa mulai hijau, begitu pula dengan Indonesia, dan mulai akan membeli lagi, tetapi karena di RD mempunyai aturan untuk redemp T+5 ketika mau beli lagi uangnya blum masuk…heuheu, dan saya lakukan perbandingan dalam catatan, uang yang saya redemp dan switch dibanding misal tidak di redemp, maka hasilnya tetap lebih banyak dana yang tidak di redemp. Nah hal ini yang sulit diprediksi memang teori dan pelaksanaannya seringkali berbeda.

http://www.portalreksadana.com/node/549

Comments

 
BEBERAPA JENIS INVESTASI
Ditulis oleh Rina Dewi Lina   
Sabtu, 07 Maret 2009 22:40

Semua orang bicara tentang investasi. Ada perusahaan investasi, ada yang berinvestasi sendiri ada juga yang berinvestasi bersama teman-temannya. Yang akan kita bicarakan disini adalah investasi secara umum, bukan investasi yang "aneh" seperti QISAR atau perusahaan lainnya yg dapat memberikan keuntungan yang cepat. Sebelum menulis lebih tentang investasi, mari kita samakan persepsi lebih dahulu.

Dalam perencanaan keuangan, sarana investasi merupakan suatu yang penting. Suatu perencanaan keuangan tidak dapat tercapai tanpa melakukan strategi dalam berinvestasi.

Tanpa ada goal dan strategi , kapan akan dicapainya sulit untuk menentukan berapa cicilan investasi yang harus disisihkan setiap bulannya atau setiap tahunnya.

Beberapa jenis investasi yang sering digunakan atau dibeli masyarakat :

  • PROPERTI , orang tua kita dulu senang sekali membeli properti. Rasa bangga yang tidak terhingga bila mempunyai banyak rumah, toko, tanah, sawah atau apapun yang berbentuk property
  • EMAS
  • PRODUK BANK, tabungan, deposito dan lainnya.
  • MATA UANG ASING
  • PAPER ASET (ini yang belum terlalu dikenal) yaitu saham, reksadana , obligasi (ORI, SUKUK ritel) dan yang lainnya.
  • ASURANSI

Saya hanya akan menjelaskan sedikit satu persatu :

PROPERTI.

Dulu 20 atau 30 tahun lalu, ketika pembangunan di kota-kota sedang gencar, banyak orang kaya baru karena tiba-tiba tanahnya harganya menjadi mahal. Sehingga seringkali orang tua menyarankan anaknya untuk membeli tanah untuk berinvestasi. Tentunya berinvestasi di properti bagus, tetapi jaman sekarang dengan jaman dahulu kala berbeda. Kadang malah ada rumah yang akhirnya tidak laku dijual, karena pas didepan rumahnya dibangun jalan layang. Tetapi dapat disimpulkan bila lokasinya bagus kenaikan harga properti melaju sama dengan inflasi.Dalam lokasi tertentu dapat terjadi kenaikan properti menjadi berkali-kali lipat.

Salah seorang kerabat bercerita, bahwa ketika dia membangun rumahnya ditahun 1995, membeli tanah dan membangunnya menghabiskan biaya sebesar 375 juta. Sekarang harga pasarannya 3,5M. Naiknya hampir 10 kali lipat, tetapi bila diambil rata-rata kenaikannya sebesar 15%. Itupun sudah 2 tahun ditawarkan belum ada yang mau membeli.

EMAS

Yang kita bicarakan adalah emas murni, bukan emas perhiasan. Sejak dulu hingga sekarang kenaikan harga emas sebanding dengan inflasi

 

TABUNGAN , DEPOSITO

Biasanya diberikan bunga lebih rendah dari inflasi. Gunakan tabungan dan deposito untuk menyimpan uang sebagai dana darurat

Terakhir diperbaharui pada Senin, 09 Maret 2009 13:42
Selanjutnya...