Dear admins,
Mohon maaf kalau terdengar membingungkan, saya mau tanya demikian, saya dari kemarin berpikir untuk redeem keuntungan saya...Namun saya selalu terbentur pemikiran seperti demikian:
- Kita asumsikan saya masuk RDS dengan dana Idle, dan dana ini memang tidak ada rencana untuk dipakai (pure invest)
- Semisal saya beli RDS dengan NAV 100, saya beli IDR 1 juta --> 10ribu unit
- Pada saat ini NAV sudah menjadi 120 --> IDR 1,2 juta
- Lalu saya beranalisa bahwa NAV akan turun sampai -/+ 110, namun akan bounce lagi menjadi lebih dari 120 bahkan mungkin 200
PERTANYAANNYA, agar saya dapat maksimal me"rasa"kan profit saya:
- Apakah sebaiknya saya redeem keuntungan saya? Kalau "iya" mengapa? kalau "tidak" mengapa?
- Kalau "tidak", pada situasi sperti apa sebaiknya saya mulai me-redeem hasil investasi saya?
Atas bantuannya saya ucapkan terima kasih.
Saya tidak ingin menjawab iya atau tidak tetapi saya akan bercerita sedikit supaya bro atau sis dapat mengambil keputusan.
Pertama tama ketika membeli reksadana harus ada tujuan (goal) keuangan, yaitu tujuan untuk apa dalam berapa lama berinvestasi di RD. Memang ada beberapa strategi yang digunakan dalam berinvestasi RD. Bisa didiamkan saja sampai waktu investasinya selesai, ada juga yang swing trader seperti Bro Passion U. Dalam kondisi ekonomi krisis tentunya jauh lebih baik bila dana yang sudah terbentuk di RDS diparkir dahulu di RDS money market, setelah kondisi membaik baru kembali ke RDS. Masalahnya kalau kita tidak pernah tau kapan naik dan kapan turun walaupun sudah bisa diprediksi. Banyak sekali factor yang memperngaruhi naik turunnya investasi dengan komponen saham.
Kalau Bro ingin merasakan profitnya, bisa saja dengan menggunakan strategi profit taking, setiap kali sudah mempunyai keuntungan yang sudah ditentukan, keuntungannya ditarik dahulu, dana yang akan diinvestasikan adalah dana dari modal awal.
Setiap orang mempunyai tingkat kenyamanan tersendiri dalam berinvestasi RDS. Yang perlu di ketahui adalah profil dari bro & sis adalah profil yang suka swing swing, yaitu redemp parkir, subscript kembali, atau yang cuek aja atau suka yang profit taking.
Saya mau cerita tentang pengalaman saya dalam kondisi minggu lalu yaitu ketika Obama mengumumkan tentang hutang Amerika yang belum bisa ditentukan plafondnya. Tidak perlu menunggu 2 atau 3 hari setelah pengumuman itu, bursa Amerika jatuh dan minus kurang lebih 5% dan tentunya diikuti oleh bursa seluruh dunia termasuk Indonesia. Saat ini saya panik, karena saya berinvestasi di RDS untuk anak saya sekolah yang akan digunakan tahun depan, sehingga uang yang di investasikan sudah terbentuk dalam jumlah XXX. Hari pertama turun saya langsung redemp semua RDS , ada yang saya redemp dan ada yang saya switch ke RDPT. Dalam 3-4 hari saya merasa beruntung karena RDS yang saya ambil 1 hari minusnya rata2 4%. (Oh ya… saya mencatat semua pembelian RDS saya sehingga saya bisa mengikuti kenaikan/penurunannya. Jadi ketika saya redemp catatan yang lama tidak saya buang, tetapi tetap ada dan saya lakukan perbandingan dengan RD yang baru saja saya pindahkan).
Kemudian kondisi membaik, bursa Amrik dan Eropa mulai hijau, begitu pula dengan Indonesia, dan mulai akan membeli lagi, tetapi karena di RD mempunyai aturan untuk redemp T+5 ketika mau beli lagi uangnya blum masuk…heuheu, dan saya lakukan perbandingan dalam catatan, uang yang saya redemp dan switch dibanding misal tidak di redemp, maka hasilnya tetap lebih banyak dana yang tidak di redemp. Nah hal ini yang sulit diprediksi memang teori dan pelaksanaannya seringkali berbeda.