Click on the slide!

Kenapa sih Financial Planner bilang asuransi itu perlu?

Perencanaan Keuangan >> Asuransi

Perencana Keuangan bilang Asuransi itu perlu

Sebenarnya apa sih asuransi itu? Kenapa kok Perencana Keuangan (financial planner) selalu menyarankan punya asuransi, katanya kalau enggak punya asuransi, perencanaan keuangannya bisa tidak sukses terlaksana.

Lanjut...
Click on the slide!

Menyiasati "ngopi" bisa punya uang 1,1 M

Artikel >> Artikel

Menyiasati ngopi bisa dapat 1 M

Ada beberapa hal yang tidak bisa dihindari untuk pergi ke kafe. Kerjaanku yang membuat harus bertemu klien atau teman di kafe disaat pulang kantor. 

Lanjut...
Click on the slide!

Financial Software

Buku dan Software

Mau pesan Software & Buku ? Dengan Rp. 250.000,- anda mendapat perhitungan perencanaan keuangan & perencanaan asuransi, sehingga prospek anda berubah, dari menebak kebutuhan nasabah, menjadi benar-benar mengetahui kebutuhan nasabah.

Lanjut...
Click on the slide!

Perlukah Financial Planner

Perencanaan Keuangan >> Perencanaan Keuangan

financial planner

Perlukah Financial Planner atau perencana keuangan membantu perencanaan keuangan di keluarga anda? Sebelum menjawabnya, yuk kita lihat dulu apa sih financial planner itu?

Lanjut...
Frontpage Slideshow (version 2.0.0) - Copyright © 2006-2008 by JoomlaWorks
SILAHKAN LOGIN
Home Artikel
Menyiasati "ngopi" bisa punya uang 1,1 M
Ditulis oleh Rina Dewi Lina MM, CFP®   
Kamis, 12 Februari 2009 00:46
uangAda beberapa hal yang tidak bisa dihindari untuk pergi ke kafe. Kerjaanku yang membuat harus bertemu klien atau teman di kafe disaat pulang kantor. Paling kesel kalau keburu-buru, sehingga jalannya juga terburu, begitu sampai kafe nafas sudah "ngos-ngosan", terasa haus deh jadinya. Begitu duduk langsung pelayannya nyodorin menu, karena haus jadi pesan air mineral dan kopi karena terasa laper akhirnya aq pesen juga makanan. Setelah selesai, duuuuuuuh nyesek bener lihat air mineral harganya diatas Rp. 15.000,-, kopi yang harganya Rp. 25.000,- plus makanan yang aq pesan (walau enggak kenyang dan rasanya juga tidak terlalu enak) Rp. 40.000,-. Ditotal plus ppn yang harus dibayar Rp. 88.000,-. Wuihhhhhhhh.... hampir Rp. 100.000,-. Ini harus disiasati untuk mampir dikafe untuk urusan bisnis, tapi bagaimana caranya?


Indi, anakku yang kecil sekarang ini kelas IX, jatah uang tambahan malam minggunya hanya sebulan 2x, itupun Rp. 50.000,-. Sedangkan tempat dia bermain dengan temannya adalah di Citos. Yang membuat aq heran,dia masih bisa pergi nonton dan makan dengan uang sebesar itu. Suatu hari aku ngobrol dengan Indi, aku tanya, kemana aja kalau pergi malam minggu? Sering Indi cerita ditraktir temennya, sehingga dia bisa nonton 2x dari sore hari dan aku tanya kok uangnya bisa cukup, kan enggak mungkin kalo ditraktir terus-terusan. Jawabannya bikin aku ketawa dan membuat aku sadar dan berpikir, ini dialog aq dengan Indi :

Aku : De, kok bisa cukup uang yang dikasi mamah, kan kalo makan sama minum di Citos kan mahal!(Indi makannya banyak, bisa nambah 3 x, karena dalam masa pertumbuhan).
Indi :yaaaaah mamah, uang yang dikasi mamah kan sedikit, jadi Ade (nama kecil dirumah) kalau makan, ya didepan Citos
Aku (bingung) : didepan Citos mana?
Indi : didepannya kesebelah samping sedikit... dipinggir jalan.
Terakhir diperbaharui pada Sabtu, 07 Maret 2009 22:42
Selanjutnya...
 
Memulai bisnis dari hobby
Ditulis oleh Rina Dewi Lina MM, CFP® & Riana Iswahyudi SE   
Kamis, 12 Februari 2009 00:15

Tidak sedikit orang bingung untuk memulai suatu bisnis, walaupun kecil bentuknya. Macam-macam bentuk bisnis yang bisa dijalankan, terutama untuk ibu rumah tangga dan juga wanita bekerja. Ada banyak alasan bagi wanita terutama kaum ibu untuk membuka usaha sampingan dari rumah maupun diluar rumah. Tujuannya untuk mengisi kegiatan ataupun membantu suami mendapatkan penghasilan tambahan dan ingin mengaktualisasikan diri sebagai seorang wanita.

Biasanya pertanyaan awal yang selalu muncul sebelum memulai adalah "bisnis apa ya ?", "berapa modal yang dibutuhin?", "mampu gak ya aku bikin usaha ini?" , "bikin usaha sendiri atau berpartner ya ?".


Jawabanku selalu dikembalikan lagi ke teman-teman yang curhat, "kamu sukanya apa ?" biasanya mulai dari hobby yang terkadang tidak kita sadari, atau dari kegiatan lain yang sedang kita lakukan dan kita enjoy dalam melakukannya. Dari hal kecil seperti itu bila kita olah, dapat menjadikan suatu ide bisnis.

Mari kita gali lagi, apa yang kita suka dan enjoy melakukannya, yang bisa kita jadikan suatu bisnis ?. Kemudian “siapa aja sih teman-teman kita atau lebih tepatnya “market (pasar) kita” ?, Apabila kita jeli memperhatikan lingkungan yang paling dekat, itupun bisa menjadikan ide untuk suatu bisnis.

Modal ? Semua usaha sekecil apapun bentuknya pasti membutuhkan modal. Seberapa besar modal yang diperlukan, tergantung mau seperti apa bentuk/konsep usahanya.

Menjadikan hobby menjadi bisnis merupakan suatu langkah yang sangat positif. Walaupun bisnis yang akan dijalankan karena berdasarkan hobby tidak ada salahnya kita membuat rencana dan pertimbangan-pertimbangan .

 

Terakhir diperbaharui pada Sabtu, 07 Maret 2009 22:42
Selanjutnya...
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 Berikutnya > Akhir >>

Halaman 3 dari 3