Click on the slide!

Kenapa sih Financial Planner bilang asuransi itu perlu?

Perencanaan Keuangan >> Asuransi

Perencana Keuangan bilang Asuransi itu perlu

Sebenarnya apa sih asuransi itu? Kenapa kok Perencana Keuangan (financial planner) selalu menyarankan punya asuransi, katanya kalau enggak punya asuransi, perencanaan keuangannya bisa tidak sukses terlaksana.

Lanjut...
Click on the slide!

Perlukah Financial Planner

Perencanaan Keuangan >> Perencanaan Keuangan

financial planner

Perlukah Financial Planner atau perencana keuangan membantu perencanaan keuangan di keluarga anda? Sebelum menjawabnya, yuk kita lihat dulu apa sih financial planner itu?

Lanjut...
Click on the slide!

Menyiasati "ngopi" bisa punya uang 1,1 M

Artikel >> Artikel

Menyiasati ngopi bisa dapat 1 M

Ada beberapa hal yang tidak bisa dihindari untuk pergi ke kafe. Kerjaanku yang membuat harus bertemu klien atau teman di kafe disaat pulang kantor. 

Lanjut...
Click on the slide!

Financial Software

Buku dan Software

Mau pesan Software & Buku ? Dengan Rp. 250.000,- anda mendapat perhitungan perencanaan keuangan & perencanaan asuransi, sehingga prospek anda berubah, dari menebak kebutuhan nasabah, menjadi benar-benar mengetahui kebutuhan nasabah.

Lanjut...
Frontpage Slideshow (version 2.0.0) - Copyright © 2006-2008 by JoomlaWorks
SILAHKAN LOGIN
Home Artikel
NGIRIT BISA PUNYA UANG 2 MILYAR
Ditulis oleh Rina Dewi Lina   
Senin, 11 Juli 2011 21:15

Tulisan Medan Bisnis, 30 Mei 2011

 

Kalau setiap bulan selalu nombok, akhirnya gali lobang tutup lobang. Syukur2 gali lobangnya tetap sama, tetapi kalau gali lobangnya setiap bulan semakin besar, dan menutup lobangnya sama besar, akhirnya akan terperosok kedalam lobang itu alias bangkrut. Bangkrut berarti miskin, kalau sudah miskin malah bertambah miskin.

Apa yang bisa disiasati supaya gali lobang tidak bertambah besar malah menjadi tertutup dan menjadi tumpukan aset. Mari kita cermati, mulai dari awal penerimaan uang dan pengeluarannya. Penghasilan setiap bulan 12 juta rupiah Dan mencatat  apa saja yang dikeluarkan beserta besarannya setiap bulan, dan Anda akan terkejut melihat pengeluaran keluarga Anda.

Seperti menabung 500 ribu,  listrik 700 ribu, telepon + handphone 900 ribu, iuran anak sekolah 2 orang @ 400 ribu, total 800 ribu,  iuran keamanan 100 ribu, premi asuransi 500 ribu, belanja bulanan termasuk susu 1 juta ,  gas 150 RB, belanja harian 750 ribu, transportasi orang tua 500 ribu, transportasi anak sekolah 400 ribu, uang makan siang orang tua 300 ribu, pembantu 400 ribu, internet + tv kabel 300 rb, cicilan rumah 2 juta tersisa 15 tahun lagi, cicilan kendaraan 2 juta  tersisa 2 tahun lagi dan  hutang kartu kredit 1 juta (pemakaian sudah dikonversikan ke cicilan bulanan ketika pemakaian besar) tersisa 6 bulan lagi.  cicilan koperasi 350 ribu biaya hiburan (keluar bersama keluarga) 800 ribu, entertain (hang out) 500 ribu dan biaya lainnya 500 rb (sesuaikan dengan kebutuhan Anda).  Total pengeluaran 14.350 juta. Surprise ternyata pengeluaran jauh lebih besar dari penerimaan. Setiap bulannya Anda nombok sebanyak 2.350 juta rupiah. Selama ini yang mungkin Anda lakukan adalah menggunakan kartu kredit untuk menutupi kekurangan biaya setiap bulannya. Sehingga pemakaian  kartu kredit setiap bulannya bertambah besar, dan ketika Anda tidak bisa membayarnya , Anda menggunakan fasilitas merubah hutang menjadi cicilan. Dengan cara Anda tinggal menunggu waktu bom atom meledak.

Mari kita cermati mana pengeluaran yang tidak wajar dalam arti pengeluaran ini lebih besar dari yang seharusnya dan apa yang harus kita lakukan. Misalnya membayar listrik sebesar Rp. 700.000,-  untuk 2.200 watt. Ini masih bisa dihemat, mungkin penggunaan AC terlalu sering atau menggunakan mesin air terlalu sering. Atur penggunaan AC, misal gunakan hanya pada waktu belajar dan pada waktu tidur. Anda bisa berhemat 300 rb. Sering kali tagihan telepon dirumah membengkak, dan sulit mengontrolnya. Cara yang pertama adalah datanglah ke kantor telepon, minta telepon rumah hanya bisa digunakan untuk lokal. Kedua, gunakan provider yang sama untuk istri dan suami, atau gunakan handphone dengan pulsa local terutama untuk nomor yang sering dihubungi. Percaya, Anda bisa menghemat sebesar 50 – 60 % yaitu sebesar 550 ribu rupiah. Iuran anak sekolah, transportasi, iuran keamanan,  agak sulit diturunkan karena Anda tidak mungkin menggunakan surat keterangan dari kelurahan untuk keterangan keluarga tidak mampu.  Tapi untuk makan siang orang tua, coba disiasati untuk membawa makanan dari rumah dalam 1 minggu 2 atau 3 hari. Anda tidak perlu merasa gengsi, selain berhemat, membawa makanan dari rumah membuat hidup Anda lebih sehat. Anda bisa berhemat 150 ribu setiap bulannya.  Apa yang bisa dihemat dari belanja bulanan? Mungkin Anda banyak membeli hal yang tidak perlu. Buat catatan yang akan dibeli ketika akan belanja bulanan, jangan membeli apapun dari yang sudah dicatat. Kelihatannya akan ada penghematan sebesar 400 rb. Bagaimana kalau hiburan keluar rumah bersama keluarga disiasati. Misalnya biasanya tiap akhir minggu pergi makan bersama Mall, maka dalam rangka penghematan, pergi bersama keluarga pilihannya menjadi berkunjung kepada keluarga.  Anda bisa berhemat 600 ribu rupiah, karena mungkin hanya perlu bensin dan sedikit oleh-oleh. Selain hemat, Anda juga mempererat tali silaturahmi. Coba untuk hang out dikurangi , kalau memang penting sekali untuk pergi urusan bisnis, jangan makan di kafe, makanlah sebelumnya dan ketika harus duduk di kafe, Anda hanya membeli minum saja yang paling murah. Kemungkinan besar bisa berhemat sekitar 350 ribu setiap bulannya. Kabel TV tidak usah digunakan, karena sudah banyak stasiun televisi local.  Biaya tak terduga, kita kurangi menjadi 250,  Sudah bertambah penghematan sebanya 2,550 juta. Bravo Anda sudah berhasil melakukan penghematan. Wah ternyata berat ya untuk menghemat. Dengan penghematan seperti ini Anda sudah mempunyai kelebihan 200 ribu rupiah setiap bulannya.

Tahukah Anda? Dengan melakukan investasi setiap bulan 200 ribu rupiah dan hasil investasi rata-rata20%, dalam 15 tahun Anda akan mempunyai hasil investasi 226 juta rupiah, fantastis bukan? Lalu bagaimana bila Anda tetap ketat dan setiap bulan bisa berhemat 2 juta dan di investasikan untuk keperluan dana pendidikan, pensiun dan lainnya? Dalam 15 tahun kedepan , perkiraan dana yang akan Anda miliki 2.26 Milyar rupiah. Sedangkan bila Anda tidak mulai dari sekarang, dalam 2 tahun yang akan datang, hutang Anda akan bertambah menjadi 56 juta rupiah dengan asumsi pengeluaran tidak bertambah. Kondisi ini mendekati kebangkrutan keuangan keluarga Anda.

 

Melakukan perencanaan keuangan memerlukan pengetahuan lebih banyak. Mengikuti seminar dan kelas tambahan sangatlah penting. Perencana keuangan (Financial Planner) mengejar ilmu sampai kenegeri orang. Beberapa tahun terakhir ini di Indonesia, khususnya di Jakarta telah lahir pendidikan perencanaan keuangan, dan saat ini pendidikan tersebut telah hadir di kota Anda. RDL consulting penyelenggara kelas Registered Financial Planner, Workshop Perencanaan Keuangan

 
Indonesia Melek Asuransi?
Ditulis oleh Rina Dewi Lina   
Selasa, 25 Mei 2010 20:09

Perkembangan asuransi jiwa saat ini diawali dari lahirnya Lloyd of London yang merupakan cikal bakal asuransi konvensional pada tahun 1668 M. Sudah 350 tahun industry asuransi jiwa Di United Kingdom (U.K). Di Indonesia asuransi jiwa berawal pada jaman penjajahan Belanda, yaitu jaman penjajahan Belanda sampai dengan tahun 1942 dan setelah jaman kemerdekaan. Industri asuransi jiwa di Indonesia sudah berkibar selama kurang lebih 100 tahun.

Selama 350 tahun industri asuransi jiwa di U.K berkembang terus menerus, ditunjang oleh kondisi ekonomi dan masyarakat yang sudah dewasa mengenal asuransi jiwa. Negara tersebut dalam industry asuransi jiwa. Mari kita melihat sejenak bagaimana industry asuransi jiwa di U.K dan di Indonesia, yang relative Negara kita tercinta ini masih dalam taraf belajar. U.K yang sudah hampir 350 tahun dan Indonesia yang hampir 100 tahun

United Kingdom

Dalam perkembangannya selama hampir 350 tahun , perusahaan asuransi jiwa di U.K yang berpenduduk +/- 90.000.000 berkembang pesat. Walaupun demikian kondisi ekonomi dunia dan kondisi masyarakat cukup berpengaruh terhadap industry ini. Berdasarkan data-data yang saya peroleh, saya ingin mengulas sedikit kondisi yang menguntungkan dan yang kurang menguntungkan industri ini dan bagi U.K.

350 tahun bukanlah waktu yang singkat. Masyarakat yang semakin lama semakin mengenal manfaat asuransi jiwa menyebabkan masyarakat ini tanpa disadari menjadi mature pengetahuannya. Kondisi Negara dan masyarakat yang mendukung, membuat industri ini semakin baik, dan akhirnya perusahaan-perusahaan asuransi jiwa yang beroperasi di Negara ini sudah memenuhi standard yang tinggi. Llyod yang merupakan perusahaan pioner di industry menjadi leader dalam industri asuransi jiwa dunia.

Asosiasi asuransi jiwa berperan penting dalam industrinya. Asosiasi ini mengeluarkan peraturan-peraturan yang jelas dan melakukan perubahan-perubahan yang membawa kemajuan untuk industri asuransi jiwa, dan sudah berjalan dengan efektif dan berkesinambungan.

Pada umumnya di Negara barat asuransi jiwa banyak mengembangkan produk-produk untuk pension dan hari tua. Kesadaran yang sangat tinggi untuk kesejahteraan kehidupan di hari tua, merupakan peluang yang sangat baik bagi generasi berikutnya. Seorang wanita atau pria di U.K, bisa jadi hidup sendiri, tanpa pasangan dan tanpa keturunan. Lalu bagaimana kehidupannya nanti ketika sudah tua? Biaya hidup yang tinggi dan kehidupan yang lebih individual, memungkinkan seseorang tidak diperdulikan oleh keluarganya pada saat tua nanti. Hal ini menyebabkan masyarakat U.K memprioritaskan perencanaan dana pension/hari tua. Generasi Baby Boomer hanya tingal melanjutkan program-program yang sudah dibuat dan terbukti sangat bermanfaat. Dalam pikiran masyarakat U.K sudah tertanam bahwa asuransi adalah dana pensiun dan tabungan hari tua. Masyarakat di Negara ini mempunyai perhatian yang amat sangat untuk kehidupan hari tuanya dan selalu mengikuti dengan ta’at program-program yang dibuat untuk hari tua.. Hal ini tentunya sangat menguntungkan industry. Pasar yang cukup besar, mature, dan berkembang dengan baik merupakan key object bagi produk dana pensiun dan tabungan hari tua. Semua hal tersebut merupakan kekuatan industry asuransi jiwa di Inggris.


Selain itu U.K sebagai Negara yang kuat membina dan menjaga hubungan perdaganan dan investasi dengan Amerika dan Uni Eropa. U.K tidak bergabung dalam zona Euro, Negara ini tetap menggunakan mata uang Pondsterling. U.K cukup pandai memanfaatkan nilai tukar uang, dan ini yang merupakan competitive advantage. U.K dapat memanfaatkan nilai tukar tersebut untuk keuntungan negaranya.

Selain hal-hal yang menguntungkan, U.K juga tetap terpengaruh dengan adanya gejolak ekonomi dunia. Apa yang dapat membuat industry asuransi di U.K terancam? Krisis global membawa pengaruh yang sangat besar pada Negara ini. Tenaga kerja yang mahal dan biaya operasional yang tinggi, memerlukan dana yang tidak sedikit. Pemerintah U.K mengkhawatirkan perusahaan-perusahaan asuransi yang tidak kuat dengan biaya yang tinggi, akan memindahkan kantor pusatnya kenegara yang biaya operasionalnya lebih murah. Tentunya hal lain yang kurang menguntungkan.

Indonesia

Bagaimana dengan Indonesia? Jumlah penduduk sebesar 240.000.000 merupakan penduduk padat. Hal ini merupakan peluang yang sangat baik bagi industry ini. Industri asuransi jiwa tumbuh seiring dengan pertumbuhan sector ekonomi yang berkesinambungan pada sector ekonomi kelas menengah. Pasar yang masih belum terbentuk dengan baik , memberikan peluaang yang sangat luas untuk segala jenis perusahaan asuransi, local maupun asing. Dengan kondisi pertumbuhan ekonomi, industry asuransi sangat dibutuhkan oleh Indonesia.

Masih sangat sedikit dari masyarakat Indonesia yang “melek” asuransi. Walaupun sudah hampir 100 tahun industry asuransi jwa di Indonesia, masyarakat masih berpikir membeli asuransi jiwa adalah membuang-buang uang, bahkan ada yang berpikir membeli asuransi jiwa adalah menggadaikan nyawa.

Terakhir diperbaharui pada Selasa, 25 Mei 2010 20:21
Selanjutnya...
 
Reksadana vs Unit Link
Ditulis oleh Rina Dewi Lina   
Selasa, 25 Mei 2010 19:32

Untuk kesekian kalinya saya menjawab pertanyaan tentang Unit Link (UL) yang ingin diberhentikan. Sebelum membahas UL, saya akan memberikan sedikit wacana untuk Bro & Sis tentang Perencanaan Keuangan. Ada lima langkah (piramida) dalam perencanaan keuangan:

rdlshell's picture

Tidak perlu saya jelaskan satu persatu, pada intinya setelah kebutuhan dasar terpenuhi, maka yang harus dipenuhi berikutnya adalah pengelolaan resiko yang saat ini menggunakan media asuransi. Melakukan perencanaan keuangan keluarga ataupun pribadi, hukumnya wajib untuk melakukan pengelolaan resiko dari, cacat tetap total, penyakit kritis, meninggal terlalu cepat dan harta benda. Mengapa begitu? Cacat tetap total, dan penyakit kritis (jatung, kanker dll), adalah yang dapat menguras harta kekayaan kita yang sudah dikumpulkan bertahun tahun. Sedangkan resiko meninggal terlalu cepat bila tidak dikelola resikonya dapat menyebabkan keluarga yang ditinggalkan terlantar. Pada umumnya di negera tercinta ini setelah Basic Needs terpenuhi, lalu loncat ke Hard Asset, sedangkan bagi Bro & Sis yang mengetahui sedikit tentang paper asset khususnya reksadana dari Basic Needs loncat ke Paper Asset.

 

Apa alasannya masyarakat tidak suka membeli asuransi? Tidak suka karena produknya? Perusahaannya? Atau penjualanya yang mengatakan UL adalah investasi, atau karena penjualnya saudara dekat, atau karena penjualnya memaksa Anda membeli UL? Apapun alasannya setiap orang memerlukan asuransi. Sayangnya banyak orang yang merasa terjebak dalam satu produk yang asuransi yang mempunyai kandungan investasi (Unit Link). Entah karena apa, dalam beberapa waktu (bulan atau tahun) pembeli unit link mulai tersadarkan bahwa yang dibelinya adalah bukan murni investasi, sehingga pembeli unitlink tersebut mulai ragu, dan ingin memberhentikan UL dan menggantinya dengan instrument investasi lainnya.

Saya akan mulai membahas mengapa Unitlink seolah olah menjadi “buah simalakama” bagi pembelinya. terbuat dari apakah produk ini? sehingga menjadi pertentangan diantara Independen Financial Planner, agen asuransi, bahkan Financial Planner Berafiliasi (yang bergabung dengan perusahaaan asuransi). Seolah-olah agen asuransi dan Financial Planner Berafiliasi seolah-olah “dimusuhi” oleh Independent Financial Planner. Sehingga UL menjadi buah simalakama? Pembeli unit link lebih mempercayai Independen Financial Planner, walaupun menurut saya “saran tentang membeli termlife” belum tentu tepat bagi semua orang.

Dan pada alinea ini saya akan membahas terbuat dari apakah produk ini? Unitlink merupakan adonan sebuah produk asuransi termlife plus biaya mortalita + investasi dan biaya lainnya, termasuk komisi dari agen (sudah sewajarnya penjual asuransi mendapat komisi, karena seluruh biaya operasional dalam menjual asuransi ditanggung oleh agen yang penghasilannya based on commission). Unit Link lahir dari kebutuhan masyarakat, dikarenakan produk asuransi tradisional terlalu kaku, dan akhirnya lahirlah produk unitlink dengan tiga macam pembayaran premi:

  • PREMI BERKALA, merupakan dasar perhitungan uang pertanggunan.Dari premi berkala biaya-biaya dipotong. Cara pembayaran adalah regular, bisa bulan, triwulanan, semesteran, tahunan. Setiap perusahaan asuransi mempunyai kebijaksanaan masing-masing dari penggunaaan premi berkala, misalnya : tahun pertama seluruh pembayaran premi diperuntukan biaya-biaya artinya tidak teralokasi untuk investasi, tahun kedua dan berikutnya alokasi pembayaran biaya-biaya makin sedikit, dan alokasi investasi bisa mencapai 100 persen pada tahun ke 5, dan tahun ke 6 alokasi untuk investasi dipastikan 100 persen, dan biaya-biaya asuransi dipotong dari hasil investasi.


    Contoh : usia 30 tahun, pembayaran premi 500rb/bulan, bila meninggal mendapat 325 juta, bila terkena sakit kritis mendapat 325 jt, cacat tetap karena kecelakaan ataupun penyakit 325 jt. Bayangkan bila Anda baru berinvestasi 1 tahun setiap bulan 500 rb, tiba-tiba terkena serangan jantung? Dari mana anda akan mendapat uang untuk berobat? Ngambil tabungankah? Pinjamkah? (jangan lupa hutang itu diwariskan). Hasil investasi yang terbentuk pada produk Unit Link, dicadangkan untuk pemotongan biaya biaya asuransi, bila sewaktu-waktu telat membayar, sehingga asuransi tetap berjalan.

  • PREMI TOP UP BERKALA, diperuntukan untuk cadangan premi bila nasabah tidak mau membayar premi dalam jangka panjang, ataupun bila nasabah ingin berinvestasi melalui Unit Link (berinvestasi di UL bukanlah hal yang haram). Penting untuk memisahkan premi untuk proteksi dan premi sebagai sarana investasi (premi berkala dan premi top up). Mengapa ini menjadi penting? Karena banyak orang yang belajar berinvestasi melalui UL. Bila pembeli Unit Link mulai mengerti instrument investasi yang lebih baik dari UL, maka yang dipindahkan adalah top up saja. Bukan UL nya diberhentikan, karena kerugiannya ada pada pembeli, mempunyai reksadana tetapi tidak mempunyai asuransi. Akhir-akhir ini gejala ini sering terjadi.

  • PREMI SINGLE TOP UP, lebih ditujukan bila seorang pembeli asuransi ingin berinvestasi di Unit Link, bisa jadi sebagai sarana balancing pada portofolio investasinya. Produk ini tetap mempunyai proteksi, tetapi tidak sedahsyat pada pembayaran Premi Berkala.

Terakhir diperbaharui pada Selasa, 25 Mei 2010 19:45
Selanjutnya...
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 Berikutnya > Akhir >>

Halaman 1 dari 3