Click on the slide!

Kenapa sih Financial Planner bilang asuransi itu perlu?

Perencanaan Keuangan >> Asuransi

Perencana Keuangan bilang Asuransi itu perlu

Sebenarnya apa sih asuransi itu? Kenapa kok Perencana Keuangan (financial planner) selalu menyarankan punya asuransi, katanya kalau enggak punya asuransi, perencanaan keuangannya bisa tidak sukses terlaksana.

Lanjut...
Click on the slide!

Menyiasati "ngopi" bisa punya uang 1,1 M

Artikel >> Artikel

Menyiasati ngopi bisa dapat 1 M

Ada beberapa hal yang tidak bisa dihindari untuk pergi ke kafe. Kerjaanku yang membuat harus bertemu klien atau teman di kafe disaat pulang kantor. 

Lanjut...
Click on the slide!

Financial Software

Buku dan Software

Mau pesan Software & Buku ? Dengan Rp. 250.000,- anda mendapat perhitungan perencanaan keuangan & perencanaan asuransi, sehingga prospek anda berubah, dari menebak kebutuhan nasabah, menjadi benar-benar mengetahui kebutuhan nasabah.

Lanjut...
Click on the slide!

Perlukah Financial Planner

Perencanaan Keuangan >> Perencanaan Keuangan

financial planner

Perlukah Financial Planner atau perencana keuangan membantu perencanaan keuangan di keluarga anda? Sebelum menjawabnya, yuk kita lihat dulu apa sih financial planner itu?

Lanjut...
Frontpage Slideshow (version 2.0.0) - Copyright © 2006-2008 by JoomlaWorks
SILAHKAN LOGIN
Home Artikel Artikel Indonesia Melek Asuransi?
Indonesia Melek Asuransi?
Ditulis oleh Rina Dewi Lina   
Selasa, 25 Mei 2010 20:09

Perkembangan asuransi jiwa saat ini diawali dari lahirnya Lloyd of London yang merupakan cikal bakal asuransi konvensional pada tahun 1668 M. Sudah 350 tahun industry asuransi jiwa Di United Kingdom (U.K). Di Indonesia asuransi jiwa berawal pada jaman penjajahan Belanda, yaitu jaman penjajahan Belanda sampai dengan tahun 1942 dan setelah jaman kemerdekaan. Industri asuransi jiwa di Indonesia sudah berkibar selama kurang lebih 100 tahun.

Selama 350 tahun industri asuransi jiwa di U.K berkembang terus menerus, ditunjang oleh kondisi ekonomi dan masyarakat yang sudah dewasa mengenal asuransi jiwa. Negara tersebut dalam industry asuransi jiwa. Mari kita melihat sejenak bagaimana industry asuransi jiwa di U.K dan di Indonesia, yang relative Negara kita tercinta ini masih dalam taraf belajar. U.K yang sudah hampir 350 tahun dan Indonesia yang hampir 100 tahun

United Kingdom

Dalam perkembangannya selama hampir 350 tahun , perusahaan asuransi jiwa di U.K yang berpenduduk +/- 90.000.000 berkembang pesat. Walaupun demikian kondisi ekonomi dunia dan kondisi masyarakat cukup berpengaruh terhadap industry ini. Berdasarkan data-data yang saya peroleh, saya ingin mengulas sedikit kondisi yang menguntungkan dan yang kurang menguntungkan industri ini dan bagi U.K.

350 tahun bukanlah waktu yang singkat. Masyarakat yang semakin lama semakin mengenal manfaat asuransi jiwa menyebabkan masyarakat ini tanpa disadari menjadi mature pengetahuannya. Kondisi Negara dan masyarakat yang mendukung, membuat industri ini semakin baik, dan akhirnya perusahaan-perusahaan asuransi jiwa yang beroperasi di Negara ini sudah memenuhi standard yang tinggi. Llyod yang merupakan perusahaan pioner di industry menjadi leader dalam industri asuransi jiwa dunia.

Asosiasi asuransi jiwa berperan penting dalam industrinya. Asosiasi ini mengeluarkan peraturan-peraturan yang jelas dan melakukan perubahan-perubahan yang membawa kemajuan untuk industri asuransi jiwa, dan sudah berjalan dengan efektif dan berkesinambungan.

Pada umumnya di Negara barat asuransi jiwa banyak mengembangkan produk-produk untuk pension dan hari tua. Kesadaran yang sangat tinggi untuk kesejahteraan kehidupan di hari tua, merupakan peluang yang sangat baik bagi generasi berikutnya. Seorang wanita atau pria di U.K, bisa jadi hidup sendiri, tanpa pasangan dan tanpa keturunan. Lalu bagaimana kehidupannya nanti ketika sudah tua? Biaya hidup yang tinggi dan kehidupan yang lebih individual, memungkinkan seseorang tidak diperdulikan oleh keluarganya pada saat tua nanti. Hal ini menyebabkan masyarakat U.K memprioritaskan perencanaan dana pension/hari tua. Generasi Baby Boomer hanya tingal melanjutkan program-program yang sudah dibuat dan terbukti sangat bermanfaat. Dalam pikiran masyarakat U.K sudah tertanam bahwa asuransi adalah dana pensiun dan tabungan hari tua. Masyarakat di Negara ini mempunyai perhatian yang amat sangat untuk kehidupan hari tuanya dan selalu mengikuti dengan ta’at program-program yang dibuat untuk hari tua.. Hal ini tentunya sangat menguntungkan industry. Pasar yang cukup besar, mature, dan berkembang dengan baik merupakan key object bagi produk dana pensiun dan tabungan hari tua. Semua hal tersebut merupakan kekuatan industry asuransi jiwa di Inggris.


Selain itu U.K sebagai Negara yang kuat membina dan menjaga hubungan perdaganan dan investasi dengan Amerika dan Uni Eropa. U.K tidak bergabung dalam zona Euro, Negara ini tetap menggunakan mata uang Pondsterling. U.K cukup pandai memanfaatkan nilai tukar uang, dan ini yang merupakan competitive advantage. U.K dapat memanfaatkan nilai tukar tersebut untuk keuntungan negaranya.

Selain hal-hal yang menguntungkan, U.K juga tetap terpengaruh dengan adanya gejolak ekonomi dunia. Apa yang dapat membuat industry asuransi di U.K terancam? Krisis global membawa pengaruh yang sangat besar pada Negara ini. Tenaga kerja yang mahal dan biaya operasional yang tinggi, memerlukan dana yang tidak sedikit. Pemerintah U.K mengkhawatirkan perusahaan-perusahaan asuransi yang tidak kuat dengan biaya yang tinggi, akan memindahkan kantor pusatnya kenegara yang biaya operasionalnya lebih murah. Tentunya hal lain yang kurang menguntungkan.

Indonesia

Bagaimana dengan Indonesia? Jumlah penduduk sebesar 240.000.000 merupakan penduduk padat. Hal ini merupakan peluang yang sangat baik bagi industry ini. Industri asuransi jiwa tumbuh seiring dengan pertumbuhan sector ekonomi yang berkesinambungan pada sector ekonomi kelas menengah. Pasar yang masih belum terbentuk dengan baik , memberikan peluaang yang sangat luas untuk segala jenis perusahaan asuransi, local maupun asing. Dengan kondisi pertumbuhan ekonomi, industry asuransi sangat dibutuhkan oleh Indonesia.

Masih sangat sedikit dari masyarakat Indonesia yang “melek” asuransi. Walaupun sudah hampir 100 tahun industry asuransi jwa di Indonesia, masyarakat masih berpikir membeli asuransi jiwa adalah membuang-buang uang, bahkan ada yang berpikir membeli asuransi jiwa adalah menggadaikan nyawa.



Kebanyakan masyarakat kita belum menyadari bahwa merencanakan hari tua adalah sangat penting. Karyawan yang diperusahaan tempat dia bekerja membeli program dana hari tua, sudah merasa cukup dengan program tersebut, atau seseorang menabung selama 10 – 20 tahun untuk dana hari tua. Padahal hal itu tidak cukup untuk memberikan kehidupan yang layak dihari tuanya. Sedangkan karyawan tersebut biasanya menutup diri untuk program-program hari tua yang ditawarkan setelah program dana pension dari perusahaannya. Hal-hal inilah yang membuat terhambatnya pertumbuhan asuransi jiwa di Negara kita. Tradisi dan kekeluargaan yang kental, menghalangi pembelian asuransi jiwa. Anda mungkin bertanya-tanya mengapa seperti itu? Masih banyak keluarga di Indonesia, mengharapkan anak-anaknya akan mengurus dan membiayai kehidupan hari tuanya, sebagai tanda bakti kepada orang tua.

Walaupun demikian. pasar yang fragmented (belum terbentuk dengan baik) memberikan peluang yang besar bagi perusahaan asuransi jiwa asing. Masyarakat yang membeli asuransi jiwa relative masih sangat kecil dibanding dengan populasi yang besar, artinya pasar asuransi jiwa di Indonesia masih sangat luas.

Sayangnya pasar yang begitu besar kurang ditunjang dengan kondisi politik Negara. Pengangguran di Indonesia masih dalam ukuran yang tinggi, dan ini menghambat dalam penjualan. Hal lainnya adalah teroris dari Indonesia cukup terkenal di seluruh dunia, hal ini menjadi pertimbangan yang sangat tinggi bagi pemodal asing. Padahal saat ini Indonesia sangat memerlukan pemodal asing masuk dalam industry asuransi jiwa.

Sebagai perbandingan, kita akan melihat pendapatan dan pertumbuhan premi di U.K dan Indonesia

 

 

 

United Kingdom

Indonesia

Life Premiums (2008)

US$ 386,953.2mn

US $ 5,750.5mn

Life Premiums Increase

(2008 – 2013)

US$ 54,077.3mn

US $ 11,616.6mn

Life Penetration 2008

1,2% of GDP

13,8%

GDP perkapita (2008)

US$ 45,741

US$ 2,086.1

 

 

Kesadaran yang tinggi akan asuransi dikedua Negara tersebut tercerminkan dalam bentuk premi. U.K dengan populasi 90.000.000 memperoleh premi sebesar 386,953.2, sedangkan Indonesia dengan populasi 240.000.000 hanya memperoleh premi 14% dari premi yang diperoleh U.K. Penyebabnya adalah karena pendapatan perkapita di Indonesia masih rendah.

 

 


Komentar
Cari RSS
Hanya pengguna terdaftar yang bisa menulis komentar!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Terakhir diperbaharui pada Selasa, 25 Mei 2010 20:21