Click on the slide!

Perlukah Financial Planner

Perencanaan Keuangan >> Perencanaan Keuangan

financial planner

Perlukah Financial Planner atau perencana keuangan membantu perencanaan keuangan di keluarga anda? Sebelum menjawabnya, yuk kita lihat dulu apa sih financial planner itu?

Lanjut...
Click on the slide!

Financial Software

Buku dan Software

Mau pesan Software & Buku ? Dengan Rp. 250.000,- anda mendapat perhitungan perencanaan keuangan & perencanaan asuransi, sehingga prospek anda berubah, dari menebak kebutuhan nasabah, menjadi benar-benar mengetahui kebutuhan nasabah.

Lanjut...
Click on the slide!

Kenapa sih Financial Planner bilang asuransi itu perlu?

Perencanaan Keuangan >> Asuransi

Perencana Keuangan bilang Asuransi itu perlu

Sebenarnya apa sih asuransi itu? Kenapa kok Perencana Keuangan (financial planner) selalu menyarankan punya asuransi, katanya kalau enggak punya asuransi, perencanaan keuangannya bisa tidak sukses terlaksana.

Lanjut...
Click on the slide!

Menyiasati "ngopi" bisa punya uang 1,1 M

Artikel >> Artikel

Menyiasati ngopi bisa dapat 1 M

Ada beberapa hal yang tidak bisa dihindari untuk pergi ke kafe. Kerjaanku yang membuat harus bertemu klien atau teman di kafe disaat pulang kantor. 

Lanjut...
Frontpage Slideshow (version 2.0.0) - Copyright © 2006-2008 by JoomlaWorks
SILAHKAN LOGIN
Home Perencanaan Keuangan Asuransi AGEN ASURANSI JIWA SAHABAT KELUARGA
AGEN ASURANSI JIWA SAHABAT KELUARGA
Ditulis oleh Rina Dewi Lina   
Minggu, 05 Juli 2009 19:57
AGEN ASURANSI JIWA SAHABAT KELUARGA
Peran Agen Asuransi Jiwa Dalam Perencanaan Keuangan Keluarga

Dra. Rina Dewi Lina MM CFP®

Diterbitkan  pada Insurance Digest, Infobank, edisi khusus, Mei 2009


Membuat perencanaan keuangan adalah aktifitas yang sangat biasa dilakukan sebuah keluarga. Seperti perencanaan belanja bulanan perencanaan dana pendidikan dan pensiun. Secara Umum, tujuan perencanaan keuangan agar sebuah keluarga tidak kesulitan secara finansial dalam memenuhi kebutuhan dan cita-cita keluarga. Walaupun rencana sudah dibuat dengan sangat matang, tetapi ada kejadian tidak pasti yang dapat menghambat. Kejadian tidak pasti ini biasa disebut resiko. Misalnya, ada keluarga yang harus di rawat di Rumah sakit karena demam berdarah, si pencari nafkah terkena sakit jantung, mengalami kecelakaan sehingga menyebabkan cacat atau wafat.


Mengelola resiko atau manajemen resiko bertujuan untuk mengidentifikasi dan meminimalkan resiko dengan peningkatan kewaspadaan  dan potensi dampak dari resiko tersebut. Ada beberapa cara pengelolaan resiko :
Pertama, menghindari resiko, misalnya tidak merokok, selalu mengkonsumsi makanan sehat, bila tidak mau beresiko kecelakaan, maka tidak bepergian naik kendaraan. Pilihan kedua ,menerima resiko, yaitu  pasrah dengan resiko yang akan terjadi misal tidak mengambil asuransi kesehatan, tetapi bila harus dirawat di rumah sakit, sudah menyiapkan biayanya. Pilihan yang ketiga, transfer resiko yaitu  mentransferkan resiko kepada pihak ke tiga, atau perusahaan asuransi. Pelimpahan resiko kepada perusahaan asuransi dapat meminimalkan kerugian secara keuangan.

Resiko yang tidak terlalu besar biasanya dapat diatas sendiri, tetapi bagaimana bila si pencari nafkah tiba-tiba mengalami kecelakaan dan wafat, maka keluarga harus menyediakan minimal 5 x pengeluaran setahun, atau bila tiba-tiba terkena sakit kanker, dan memerlukan biaya sebesar 2 kali pengeluaran setahun? Maka solusi yang  paling baik untuk resiko seperti ini adalah asuransi, karena asuransi jiwa direncanakan untuk melindungi nilai ekonomi dari sipencari nafkah.

Seorang agen asuransi berperan membantu  nasabah mengidentifikasi jenis pelimpahan resiko yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan nasabah. Diperlukan komunikasi dua arah yang terbuka dengan nasabah agar dapat mengetahui rencana dari nasabah. Jangan sampai terjadi under insured , misalnya nasabah dengan penghasilan satu tahun seratus juta mempunyai uang pertanggungan seratus lima puluh juta.

Dengan komunikasi maka agen dapat mengidentifikasi kebutuhan dan kemampuan nasabah seperti :

1. Tujuan keluarga berasuransi dan resiko-resiko apa saja yang harus dipindahkan
2. Kebutuhan keluarga, termasuk jumlah uang pertanggungan yang diperlukan
3. Kemampuan keluarga untuk membayar premi dan jangka waktu membayar
4. Profile resiko investasi, terutama bila keluarga memilih produk asuransi plus investasi

Salah satu contoh dalam perencanaan dana pensiun : calon nasabah berusia 25 tahun dan merencanakan pensiunnya diusia 55 tahun. Mengharapkan biaya setahun ketika pensiun sebesar 60 juta, diperkirakan akan digunakan selama 25 tahun setelah pensiun. Dana yang diperlukan ketika nasabah itu berusia 55 tahun adalah sebesar 10.4 Milyar dan uang pertanggungan sebesar 112 juta. Agen asuransi akan merancang program Asuransi untuk memberikan perlindungan terhadap nilai ekonomi selama masa earning power (masa produktif) sesuai dengan kebutuhan keluarga.
Sebagai layaknya seorang sahabat, agen asuransi professional dapat membantu keluarga yang menginginkan perencanaan dana pendidikan, dana  pensiun dan perencanaan resiko kesehatan melalui Asuransi, dalam bentuk yang paling sesuai dengan kebutuhan keluarga.
Dalam lingkup kecil, agen asuransi adalah sahabat yang bertugas membantu nasabah-nasabahnya dalam kelangsungan, kesuksesan perencanaan keuangan dan memastikan masa depan dalam perencanaan keuangan keluarga.Dalam lingkup yang lebih besar dapat dikatakan bahwa agen asuransi berperan sangat penting dalam kemajuan bangsa Indonesia dalam memajukan pendidikan anak bangsa Indonesia dan menjadikan bangsa Indonesia kaya raya disaat pensiun

Komentar
Cari RSS
Hanya pengguna terdaftar yang bisa menulis komentar!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Terakhir diperbaharui pada Senin, 06 Juli 2009 15:15