| Kenapa sih Financial Planner bilang asuransi itu perlu? |
| Ditulis oleh Rina Dewi Lina MM, CFP® | ||||||
| Sabtu, 21 Februari 2009 23:04 | ||||||
|
Sebenarnya apa sih asuransi itu? Kenapa kok financial planner selalu menyarankan punya asuransi, katanya kalau enggak punya asuransi, perencanaan keuangannya bisa tidak sukses terlaksana. Kita lihat dulu apa itu asuransi dan perlu atau tidaknya baru kita lihat hubungan perencanaan keuangan dengan asuransi. Berapakah uang yang bisa kita sisihan untuk menabung setiap bulannya? Tentunya jawabanya bervariasi, ada yang mengatakan Rp. 100.000,- atau Rp. 500.000,- atau bahkan Rp. 5.000.000,-. Dari sini kita dapat melihat kira-kira “gaya hidup” seperti apa dari mereka yang bisa menyisihkan setiap bulannya dengan jumlah tertentu. Misalnya saja setiap bulan kita bisa menyisihkan Rp. 1.000.000,- yang ditabungkan di bank. Tujuannya untuk uang masuk sekolah ananda tercinta. Dalam 3 tahun kira-kira uang kita akan terkumpul sebesar Rp. 36.000.000,- tanpa bunga. Kalau sebuah keluarga sudah bisa menyisihkan sebesar Rp. 1.000.000,- kemungkinan pengeluaran sebulannya sebesar Rp. 10.000.000,- . Mari kita baca 2 cerita dibawah ini : CERITA PERTAMA – DEMAN BERDARAH & TYPHUS Tiba-tiba saja ananda tercinta sakit panas. Dalam beberapa hari panasnya tidak turun, sehingga dokter menyarankan untuk di rawat di Rumah Sakit. Setelah observasi dengan segala macam pemeriksaan labolatorium akhirnya ananda divonis terkena demam berdarah. Ayah dan Ibu yang sangat mencintainya cemas dan menemaninya setiap hari di rumah sakit. Memerlukan kira-kira 5 sampai 6 hari perawatan dirumah sakit, dan memerlukan biaya sekitar 10 sampai 15 juta disebuah rumah sakit swasta kelas 1. Ibu yang selalu menemani ananda di rumah sakit karena terlalu capai akhirnya jatuh sakit terkena typhus dan harus dirawat di rumah sakit kurang lebih 4 hari. Memerlukan biaya kira-kira sebesar 8 juta rupiah. Kondisi seperti diatas adalah hal yang tidak terduga dan tidak dapat dihindari. Apa yang terjadi dengan tabungan yang dengan susah payah disisihkan setiap bulannya? Tentunya menjadi berkurang 23 juta (15 juta + 8 Juta). CERITA KEDUA – TIDAK DAPAT MENGIKUTI UJIAN AKHIR NASIONAL (UAN) (Kejadian sebenarnya) Sebuah keluarga bahagia yang mempunyai 2 orang putra dan putri, sebut saja nama putra pertamanya Peter dan Michele (anak kedua). Peter kelas 12 disebuah SMUN Jakarta dan Michele kelas 6 SD disekolah swasta Islam. Keduanya akan menghadapi ujian akhir sekolah. Kira-kira dua bulan sebelum UAN, orang tua Peter dihubungi oleh salah satu orang tua murid. Dia mengatakan bahwa dikelas Peter ada 3 orang anak yang tidak dapat mengikuti UAN karena belum melunasi SPP sekolah selama 1 tahun.dan uang ujian Diharapkan dari beberapa orang tua yang dihubungi berkenan untuk membantu untuk mengumpulkan sumbangan untuk dapat melunasi SPP dan uang ujian. Akhirnya terkumpullah uang tersebut dan anak-anak tersebut dapat mengikuti ujian. Alasan yang paling menyedihkan, karena salah satu dari anak tersebut Ibunya terkena kanker payudara, usianya kurang lebih 40 tahun. Sehingga semua harta bendanya dijual untuk pengobatan Ibu tercinta. Pada akhirnya Ayah, Ibu dan anak tersebut dan kedua adiknya pindah kerumah neneknya. Beberapa bulan setelah ujian akhir sekolah, Ibu dari anak tersebut meninggal dunia. MENGAPA ASURANSI ITU PENTING? Kedua cerita diatas karena keluarga tersebut tidak mempunyai asuransi. Pada cerita pertama keluarga tersebut tidak mempunyai asuransi kesehatan. Sehingga uang yang ditabung bertahun-tahun akhirnya harus diserahkan ke rumah sakit untuk pengobatan. Apabila keluarga tersebut mau mengeluarkan uang kira-kira 2 – 3 juta untuk asuransi kesehatan, maka uang sebesar 20 juta (23 juta - 3 juta). Pada cerita kedua, keluarga tersebut tidak memiliki asuransi jiwa untuk penyakit kritis. Sehingga biaya pengobatan menguras seluruh harta benda yang sudah terakumulasi selama belasan tahun, dan yang membuat lebih sedih, karena keluarga yang ditinggalkan kurang mendapat kehidupan yang layak lagi. Semua harus dimulai dari nol lagi. Ketidak mengertian tentang pentingnya asuransi dapat membuat keluarga menderita. Bahkan dapat membuat anak-anak tercinta tidak dapat bersekolah lagi. Dengan sedikit biaya (premi) yang harus dikeluarkan sebagai kepesertaan asuransi dapat menyelamatkan harta benda yang sudah dengan susah payah di kumpulkan. Perencanaan keuangan keluarga sulit untuk dapat tercapai dengan sukses tanpa didukung oleh asuransi. Mulailah membeli asuransi untuk perlindungan keluarga anda. Asuransi merupakan payung yang akan selalu melindungi keluarga anda dari sebagian kerugian secara financial. Asuransi bagaikan ban serep, yang harus selalu ada dan digunakan hanya bila diperlukan. Jangan pernah berpikir agen asuransi tidak mau menemui anda karena mungin biaya yang dapat anda sisihkan untuk asuransi hanya sedikit (premi kecil). Mereka akan dengan senang hati membantu anda. Segera hubungi agen asuransi anda, atau silahkan hubungi saya bila anda ingin mengetahui tentang asuransi Allianz. Ingat yang penting adalah melindungi keluarga anda, walau kemampuan membayar premi anda baru sedikit. Baca juga tentang “Prioritas Membeli Asuransi”.
Hanya pengguna terdaftar yang bisa menulis komentar!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
||||||
| Terakhir diperbaharui pada Minggu, 05 Juli 2009 20:08 |
Aduuuuuuuuh... paling males deh kalo ketemu temen yang agen asuransi, pasti dia nawarin asuransi, padahal gue males banget tuh sama yang namanya asuransi. Gak ada gunanya asuransi, uangnya ilang....wah males deh. Celetukan-celetukan seperti itu kerap kali terlontar dari mulut seseorang.










