| Memulai bisnis dari hobby |
| Ditulis oleh Rina Dewi Lina MM, CFP® & Riana Iswahyudi SE | ||||||
| Kamis, 12 Februari 2009 00:15 | ||||||
|
Tidak sedikit orang bingung untuk memulai suatu bisnis, walaupun kecil bentuknya. Macam-macam bentuk bisnis yang bisa dijalankan, terutama untuk ibu rumah tangga dan juga wanita bekerja. Ada banyak alasan bagi wanita terutama kaum ibu untuk membuka usaha sampingan dari rumah maupun diluar rumah. Tujuannya untuk mengisi kegiatan ataupun membantu suami mendapatkan penghasilan tambahan dan ingin mengaktualisasikan diri sebagai seorang wanita.
Langkah Pertama adalah berpikir dan mempertimbangkan hal-hal dibawah ini.
Setelah itu kita buat strateginya secara sederhana berdasarkan 4 P (Philip Kotler, Marketing Managent, Prentice Hall International Edition) 1.Product atau produk yang akan diproduksi 2.Price atau harga penjualan 3.Promosi & Pemasaran yaitu bagaimana melakukan promosi & kemana akan dipasarkan, siapa target marketnya? Berdasarkan usia & jenis kelamin 4.Place (Tempat / Lokasi) untuk menjual produk tersebut dan pendistribusiannya bila diperlukan Langkah Kedua adalah menentukan produk. Misalnya hobby merangkai aksesoris dari batu-batuan yang memang sedang “in” sekarang ini, Tentunya ada beberapa aksesoris seperti gelang, kalung, anting-anting dan lain sebagainya yang sudah terangkai dan disimpan. Dari sinilah bisnis dimulai, aksesories yang awalnya disimpan sebagai koleksi dapat dijual. Hasil penjualan digunakan sebagai modal untuk membeli kembali material juga mengembangkan peralatan yang diperlukan. Jenis bisnis seperti ini dapat dimulai dari rumah, tidak perlu menyewa atau mengontrak tempat, sehingga harga jual harus lebih murah dari toko. Tanpa disadari pertanyaan-pertanyaan diatas seperti "bisnis apa ya ?", "berapa modalnya?", "mampu gak ya aku bikin usaha ini?" sudah anda lakukan. Pertanyaan berikutnya adalah , "bikin usaha sendiri atau berpartner ya ?". Bila bisnis masih kecil, lakukanlah sendiri, anda yang paling mengerti bisnis ini, tetapi bila perlu diskusi, berdiskusilah dengan orang yang sudah berhasil. Berdiskusi dengan orang yang pernah gagal dalam melakukan bisnis boleh saja, tetapi harus betul-betul pandai memilih yang dapat diambil sebagai pelajaran. Jangan sampai cerita kegagalan membuat anda menjadi demotivasi. Bila ingin melanjutkan lebih serius, mungkin perlu partner dan kita mulai harus menghitung berapa banyak modal yang diperlukan, berapa harga dijual? Bagaimana mempromosikannya? MODAL Ada beberapa hal dalam mempersiapkan modal
HARGA Menentukan harga jual, bila produk ada juga dipasaran, harga harus lebih murah dari pada di toko minimal 25% lebih murah. Mengapa demikian? Karena bisnis dirumah tidak memerlukan biaya sewa tempat, pramuniaga, listrik, maintenance dari toko atau biaya lainnya bila kita menyewa tempat khusus. PROMOSI Tidak ada orang lain yang akan tahu kemampuan atau keahlian kita, bila kita tidak mempromosikannya. Pertama-tama dalam melakukan bisnis adalah kita harus dapat “menjual diri” kita dalam arti positif. Tunjukan kemampuan anda kepada lingkungan anda lakukan tanpa malu-malu tetapi tetap memegang etika pergaulan. Jauh lebih efektif promosi dilakukan oleh kita sendiri dibandingkan dengan membagi-bagi brosur. Ingat pepatah “lagu terdengar merdu tergantung dari orang yang menyanyikannya”. Budaya di Indonesia yang menganggap hal yang memalukan bila kita berjualan sesuatu harus mulai dikikis, karena itu akan merugikan kita sendiri. TEMPAT Untuk sementara untuk tempat penjualan tetap dilakukan sendiri. Tempat bisa dirumah, bisnis online atau sesuatu yang tidak memerlukan suatu modal mati (menyewa tempat termasuk modal yang mati)
Hanya pengguna terdaftar yang bisa menulis komentar!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
||||||
| Terakhir diperbaharui pada Sabtu, 07 Maret 2009 22:42 |










